Usai Kantongi Persetujuan Riset dari Bank Sentral, Nepal Bersiap Luncurkan CBDC

thesilent1.com – Akhir-akhir ini, pembahasan seputar central bank digital currencies (CBDC) menjadi topik hangat di antara bank sentral di seluruh dunia. Sejalan dengan itu, Nepal memutuskan untuk memanfaatkan tren ini dengan mengembangkan versi digital dari mata uang nasional negaranya.

Berdasarkan laporan The Kathmandu Post, topik ini muncul karena bank sentral negara itu, yaitu Nepal Rastra Bank (NRB), sudah memberikan usulan untuk melakukan revisi terhadap undang-undang yang mengatur regulasi wewenang dan tanggung jawabnya. Usulan tersebut juga bertujuan agar NRB bisa mengeksplorasi potensi untuk meluncurkan CBDC.

Undang-undang yang dimaksud adalah Nepal Rastra Bank (NRB) Act 2002. Di dalamnya, tidak ada ketentuan yang menyebutkan bahwa bank sentral perlu membuat mata uang digital, karena UU tersebut hanya memperbolehkan penggunaan uang kertas dan koin.

Seorang eksekutif senior di NRB, Revati Nepal, juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah membentuk gugus tugas khusus untuk mengeksekusi inisiatif mereka itu. Lebih tepatnya, tim ini akan bertugas untuk merancang amandemen undang-undang yang kemudian memungkinkan NRB untuk bisa menerbitkan mata uang digital.

“Setelah diskusi internal, kami akan mengirimkan RUU tersebut ke pemerintah untuk dibahas di Parlemen,” ujar Revati.

Meskipun begitu, rencana peluncuran CBDC sudah mulai mereka proses bahkan sebelum melakukan pembentukan tim khusus tersebut. Selain itu, Revati juga memimpin sebuah tim untuk melakukan survei kelayakan CBDC. Kemudian, ia melaporkan bahwa inisiatif tersebut bisa menjadi upaya yang layak dicoba. Namun, Revati kemudian menjelaskan bahwa mereka juga harus memperhitungkan beberapa pertimbangan yang terkait dengan ekonomi negaranya.

Selain itu, dari sisi teknisnya, Revati juga menyarankan supaya dalam melakukan transaksi perbankan digital tersebut, NRB menggunakan wallet digital yang terpisah. Mereka pun perlu “menjajaki interoperabilitas” dengan beberapa penyedia layanan pembayaran.

Nepal Kembangkan CBDC secara Pelan tapi Pasti

Negara-negara, seperti Nigeria dan Bahama, adalah dua contoh negara yang mengembangkan CBDC dalam waktu yang sangat singkat, tetapi tidak dengan Nepal. Sebab, negara ini cenderung memilih untuk berfokus pada upaya menciptakan infrastruktur yang tepat. Sehingga, infrastruktur tersebut nantinya mampu mendukung langkahnya secara maksimal dalam upaya pengembangan CBDC negaranya.

Seperti halnya pernyataan dari kepala penelitian ekonomi di NRB, Prakash Kumar Shrestha, “Keamanan siber harus dipertimbangkan sebelum memperkenalkan mata uang digital.”

Lalu, ia juga menambahkan, “Kita harus memperkuat keamanan siber kita sebelum mengambil langkah selanjutnya dalam [upaya] digitalisasi mata uang.”

Tidak hanya itu, Nepal juga turut mendukung komentar Shrestha tersebut dengan menyatakan bahwa NRB tidak akan “mengambil risiko dengan terburu-buru memperkenalkan mata uang digital.”

Belajar dari Para Pendahulu

Berbagai saran telah berdatangan dari para pakar keuangan di Nepal. Saran itu berbunyi bahwa regulator di sana dapat mengambil petunjuk dari yurisdiksi lain yang sudah lebih dahulu meluncurkan CBDC mereka sendiri. Contohnya seperti India, yang merupakan negara tetangga bagian selatan Nepal dan telah berhasil mengambil langkah besar tersebut. Maka dari itu, berbagai seruan pun bermunculan dan menyarankan Nepal untuk mengamati pencapaian India tersebut.

Di samping itu, ada juga negara Cina, negara tetangga lainnya yang sudah memasuki tahap lanjutan dari pengembangan yuan digitalnya. Sementara itu, sebagian negara Asia lainnya rata-rata masih berada dalam tahapan yang berbeda untuk mengembangkan CBDC negaranya masing-masing.

Apalagi, menurut The Kathmandu Post, sebuah data menunjukkan bahwa Nepal sebenarnya sudah siap untuk menyambut peluncuran CBDC. Pasalnya, sektor perbankan elektronik di negaranya tengah mengalami peningkatan pesat. Dalam sebulan terakhir, jumlah dana transaksi yang berhasil mereka selesaikan sudah mencapai miliaran dolar.