Tencent dan Ant Group Hentikan Perdagangan NFT di Pasar Sekunder, Bangun NFT dengan Kearifan Lokal

thesilent1.com – Beberapa raksasa teknologi Cina, termasuk di antaranya Tencent Holdings dan Ant Group, telah menandatangani pakta yang menyatakan bahwa perusahaan bakal menghentikan perdagangan non-fungible token (NFT) di pasar sekunder. Selain Tencent dan Ant, terdapat 30 perusahaan dan juga lembaga lain asal Cina yang sudah menyepakati kesepakatan tersebut, termasuk JD.com.

Pakta yang diinisiasi oleh Asosiasi Industri Kebudayaan Cina itu merilis proposal yang berisi “Inisiatif Pengembangan Disiplin Industri Koleksi Digital”. Dalam kesepakatan, disebutkan bahwa para perusahaan akan membantu mencegah perdagangan sekunder dan juga spekulasi yang ada dalam koleksi digital.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Kebudayaan Cina, Jin Peng, mengatakan menentukan arah eksplorasi yang lebih baik untuk koleksi digital bisa membantu membantu ekonomi secara riil. Ditambah, saat ini terdapat beberapa masalah dari koleksi digital yang ada. Mulai dari tidak semua platform mengadopsi teknologi blockchain, tidak adanya tautan untuk otorisasi kekayaan intelektual, hingga belum adanya program pencegahan hype dalam investasi.

“Selain itu, juga tidak ada program perlindungan untuk melindungi hak dan kepentingan anak dibawah umur serta masih banyak lagi,” katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, penting untuk mempekuat pengawasan dan memperjelas kualifikasi akses dan kebijakan lewat program inisiatif tersebut. Setidaknya terdapat 14 artikel yang diusulkan dalam program tersebut.

Teknologi NFT dengan Kearifan Lokal

Secara spesifik, poin penting yang dicantumkan meliputi aturan bahwa platform yang akan merilis koleksi digital harus memiliki kualifikasi yang sesuai menurut hukum, termasuk mampu memastikan keamanan dan pengendalian teknologi blockchain.

Selain itu, platform juga harus memperkuat kemampuan untuk melindungi kekayaan intelektual. Poin terpenting adalah mencegah spekulasi keuangan yang jahat dan menganjurkan tingkat konsumsi secara rasional.

Adanya inisiatif tersebut menandakan bahwa Cina tidak lama lagi akan mengadopsi NFT dengan sentuhan yang berbeda. Jika teknologi NFT selama ini dianggap sebagai produk keuangan, maka koleksi digital yang akan dirilis oleh perusahaan-perusahaan Cina akan dikategorikan sebagai kreasi budaya digital.

Dengan demikian, kebutuhan spiritual dan budaya yang berkembang dari konsumen dan pengguna dapat terpenuhi, terutama untuk pemanfaatan digital budaya tradisional Tiongkok. Selain itu, inisiatif tersebut juga dimaksudkan mendorong penggunaan teknologi digital dalam rangka memberdayakan dan meningkatkan kekuatan lunak budaya.

Sebelumnya, salah satu platform jejaring sosial yang berada di bawah naungan Tencent, yaitu WeChat, sudah mengeluarkan klausul khusus dalam kode etik penggunaannya. Di situ disebutkan bahwa platform tersebut tidak diperkenankan untuk digunakan sebagai media penyebaran informasi NFT, termasuk juga menyediakan layanan NFT.

Tencent Ikut Injeksi Modal untuk Startup NFT

Meskipun begitu, sampai saat ini belum ada kejelasan peraturan dari pemerintah Cina terkait NFT. Beberapa perusahaan raksasa asal Negeri Tirai Bambu tersebut bahkan ikut bergabung untuk membangun ekosistem digital global.

Seperti yang dilakukan oleh Tencent. Belum lama ini, mereka ikut dalam putaran pendanaan sebesar US$200 juta untuk Immutable, sebuah perusahaan yang berfokus pada NFT asal Australia. Selain Tencent Holdings, pembiayaan yang dipimpin oleh Temasek itu melibatkan Mirae Asset, ParaFi Capital, dan Declaration Partners.

Pendanaan ini merupakan pendanaan pertama yang dilakukan oleh Tencent di bidang NFT. Sebelumnya, di Agustus tahun lalu, perusahaan juga sudah merilis platform perdagangan NFT yang dinamakan Huan He (Magic Core).

Perkembangan NFT dan industri turunannya, yakni metaverse, juga berjalan masif di Cina. Baru-baru ini, BAI Capital bersama dengan Dark Horse Ventures, Alibaba Pictures, dan beberapa investor lain telah meluncurkan Metaverse Digital Human Accelator, yang merupakan sebuah platform untuk membangun komunitas manusia digital di Cina.