Strategi Pemasaran Produk Melalui Media Brosur

thesilent1.com – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah yang ada.

Jenis program KKN yang ditawarkan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah KKN Reguler. KKN Reguler merupakan KKN yang program kegiatan, waktu, dan volume pelaksanaannya di dasarkan pada proposal yang disusun oleh calon mahasiswa peserta KKN. Perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN dengan dibimbingan ke Dosen Pempbimbing Lapangan yaitu Bpk Sigit Ananda Murwanto. S.Kom., M.T dan atas persetujuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, LPPM juga telah membagi dan mengelompokkan mahasiswa sesuai dengan kode KKN dengan kota mana dan desa mana yang akan dituju untuk KKN Reguler, salah satunya kota dan desa nya, yaitu di desa Sawentar, kota Blitar, Jawa Timur.

Desa Sawentar membangun kemandirian perekonomian dengan berbasis kepada potensi kekayaan budaya, baik itu di bidang kesenian maupun dibidang makanan ringan. Usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Sawentar telah dilakukan melalui berbagai program dan kebijakan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Potensi yang dimiliki oleh masyarakat di Desa Sawentar antara lain batik dan makanan ringan, Secara umum program yang dijalankan oleh pemerintah Daerah khususnya di Desa Sawentar meliputi peningkatan produktivitas UMKM.

Berdasrkan hasil observasi dan wawancara mendapatkan bahwa para pelaku usaha di Desa Sawentar belum mampu menjalankan usaha dengan lancar, karena tidak adanya proses manajemen serta strategi pemasaran yang baik,dan juga dari segi desain tempat usaha masih terlalu konvensional sehingga kurang begitu menarik minat orang-orang di zaman sekarang untuk datang ke tempat usaha tersebut