Stablecoin HUSD yang Dikelola Huobi Sempat Kehilangan Rasio 1:1 dengan Dolar AS

thesilent1.com – HUSD, stablecoin yang terafiliasi dengan Huobi, pada hari Kamis (18/8) dilaporkan telah kehilangan patokannya terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Sebagai informasi, pengumuman peluncuran stablecoin HUSD terjadi pada Juli 2019 silam. Berdasarkan pantauan di CoinMarketCap, stablecoin HUSD sering diperdagangkan di antara US$1 atau US$0,99.

Namun, pada hari Rabu (17/8), harga HUSD sempat berada di level terendah, yakni US$0,92. Memasuki pembukaan perdagangan pada hari Kamis (18/8), harga HUSD naik ke level US$0,96. Akan tetapi, pada momen ini, harga HUSD malah sempat ambrol ke titik terendah US$0,84.

Beruntung pada penutupan market hari Kamis, harga HUSD sudah kembali ke posisi US$0,99. Berdasarkan pantauan harga terkini pada hari Jumat (19/8), stablecoin HUSD masih diperdagangkan di level US$0,99.

HUSD tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$160 juta dengan volume perdagangan sekitar US$90 juta dalam 24 jam terakhir. Hal ini jelas kontras dengan stablecoin macam Tether USD (USDT) dan USD Coin (USDC) yang masing-masing memiliki market cap sekitar US$67 miliar dan US$52 miliar.

Sebagai informasi, sebelumnya crypto exchange FTX pada 2 Agustus 2022 telah memutuskan bahwa HUSD tidak akan lagi dianggap sebagai stablecoin dolar AS.

Sebabkan Penurunan Likuiditas Stablecoin HUSD di Curve 3pool

Kejadian yang menimpa HUSD juga sempat menyebabkan penurunan likuiditas yang tersedia untuk perdagangan HUSD. Likuiditas yang menyusut ini kemungkinan karena para trader keluar dari posisi HUSD mereka.

Likuiditas HUSD di Curve 3pool (3Crv), yang merupakan liquidity pool terbesar bagi stablecoin decentralized exchange (DEX), menjadi tidak seimbang. Perincian cadangan mata uang untuk liquidity pool tersebut sempat berada pada rasio 92% HUSD dan 7,35% 3Crv. Kondisi tersebut menjadi liquidity pool paling tidak seimbang yang pernah ada. Saat ini, liquidity pool ini berada pada rasio 66,92% HUSD dan 33,08% 3Crv.

Liquidity pool yang tidak seimbang berarti bahwa tidak ada cukup likuiditas untuk memenuhi swap untuk satu token di liquidity pool tersebut. Dalam hal ini, HUSD menjadi lebih tidak likuid, karena tidak ada cukup token 3Crv untuk ditukar dengan stablecoin yang kehilangan patokan terhadap dolar AS itu.

Adapun 3Crv merupakan liquidity pool stablecoin yang berisi simpanan dari 3 stablecoin terbesar yaitu USDT, USDC, dan DAI.

Tanggapan dari Huobi dan Pihak HUSD

Stable Universal yang didukung Huobi telah mengatakan sebelumnya bahwa HUSD sepenuhnya didukung oleh cadangan uang tunai. Penerbit stablecoin Paxos merupakan kustodian asli saat peluncuran HUSD pada Juli 2019. Kesepakatan ini berakhir pada Juni 2021 ketika Huobi Trust mengambil alih peran sebagai kustodian.

Pada Kamis (18/8), dalam penjelasan akun Twitter, Huobi menguraikan, “Kami menyadari masalah likuiditas saat ini terkait dengan stablecoin HUSD, yang diterbitkan oleh Stable Universal dan dibangun di jaringan Ethereum. Kami selalu memprioritaskan keamanan aset pelanggan kami, dan akan bekerja sama dengan penerbit HUSD untuk menemukan solusi dan memulihkan stabilitasnya sesegera mungkin.”

Kemudian, di Jumat (19/8), akun Twitter HUSD menyatakan, “Baru-baru ini, kami telah membuat keputusan untuk menutup beberapa akun di wilayah tertentu untuk mematuhi persyaratan hukum, termasuk beberapa akun market maker. Karena perbedaan waktu dalam jam perbankan, hal ini mengakibatkan masalah likuiditas jangka pendek, tetapi telah diselesaikan.”

Pada hari yang sama, Huobi memberi keterangan lebih lanjut, “Setelah koordinasi aktif Huobi dengan penerbit HUSD, masalah likuiditas stablecoin telah diselesaikan. Huobi selalu memprioritaskan keamanan aset pengguna dan kami berterima kasih kepada pengguna setia kami atas dukungan dan kepercayaan mereka.”

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!