Space and Time Kantongi US$10 Juta, Bakal Bangun Gudang Data Terdesentralisasi

thesilent1.com – Perkembangan industri turunan yang ada dalam ekosistem blockchain terus terjadi. Kali ini, ada Space and Time, sebuah platform data terdesentralisasi yang baru saja mendapatkan kucuran dana senilai US$10 juta dari beberapa investor global. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun gudang data terdesentralisasi pertama di dunia.

Pendanaan yang dipimpin oleh Framework Ventures itu juga diikuti oleh Digital Currency Group, Stratos, Samsung Next, Hashkey Group, Alliance, Alchemy Ventures, Koji, IOSG Ventures, dan beberapa perusahaan venture capital lainnya.

Sekilas tentang Space and Time

Space and Time saat ini tengah dalam proses mengembangkan protokol Proof of SQL yang akan menjadi tulang punggung dalam pengaplikasian data terdesentralisasi berbasis blockchain. Lewat protokol tersebut bakal membuat aplikasi yang ada di blockchain secara cepat mendapatkan wawasan analitis yang kaya secara terdesentralisasi, dapat diskalakan, dan aman.

Space and Time bakal mampu menggabungkan data yang ada di dunia tradisional secara off-chain untuk kemudian diintegrasikan secara on-chain. Sehingga, blockchain juga akan dilengkapi dengan kemampuan untuk menanyakan data on-chain dan off-chain dalam satu lingkungan yang trustless guna mendukung pengguna baru dalam smart contract.

Pendanaan baru ini akan digunakan untuk memperluas rekayasa digital Space and Time agar lebih meningkatkan kemampuan analitik dan jaringan terdesentralisasi.

Protokol Proof of SQL Ditargetkan Meluncur Tahun Depan

Co-founder Framework Ventures, Michael Anderson, mengatakan saat ini ada banyak dApps yang masih mengandalkan database terpusat untuk menyimpan dan menghitung sejumlah besar data kompleks. Bahkan, sebagian besar platform DeFi dan GameFi yang ada tidak sepenuhnya terdesentralisasi, menurutnya.

“Sebagai platform data pertama yang menawarkan solusi yang sepenuhnya terdesentralisasi untuk analitik skala perusahaan secara real-time, Space and Time berkomitmen pada etos inti blockchain untuk menjadi sistem yang transparan dan terbuka. Kami senang dapat mendukung tim Space and Time saat mereka mengembangkan solusi analitik pertama yang dapat diskalakan dan aman untuk aplikasi DeFi generasi berikutnya,” ungkapnya.

Senada dengan Anderson, co-founder Space and Time, Nate Holiday, mengatakan bahwa seiring proses bisnis dan otomatisasi Web3 yang matang, baik pengembang ataupun aplikasi memerlukan komputasi basis data yang canggih untuk menghubungkan analitik off-chain langsung ke kontrak pintar.

“Namun, skalabilitas dalam ekosistem blockchain saat ini membuat analitik on-chain menjadi tidak mungkin, dan platform analitik terpusat yang ada gagal memberikan keamanan. Dengan menggabungkan komputasi off-chain dan proses data yang terdesentralisasi, serta dijamin secara kriptografis, Space and Time mampu dengan aman mendukung persyaratan data generasi berikutnya untuk pengembang dan perusahaan dApps,” tambahnya.

Menurut targetnya, protokol anyar tersebut akan mulai meluncur pada pada kuartal perdana tahun 2023 mendatang. Namun, penggunaannya baru akan terbatas pada pengguna awal. Space and Time berniat memperkenalkannya secara lebih luas di September tahun depan.

Investasi di Industri Blockchain dan Kripto Kuartal Perdana Tahun Ini Mencapai US$14,6 Miliar

Kemunculan industri baru dalam dunia kripto dan blockchain tidak dapat dilepaskan dari pertumbuhan aset kripto itu sendiri. Data dari Bank Dunia menyebutkan bahwa sampai akhir tahun lalu saja, jumlah pengguna kripto diperkirakan mencapai 100 sampai 200 juta orang yang tersebar di seluruh dunia.

Total volume on-chain aset kripto selama dua tahun terakhir pun melonjak. Totalnya menjadi US$2,8 triliun di paruh pertama tahun 2021 saja. Ether (ETH) menjadi aset kripto yang paling menguasai pasar dengan pangsa pasar sebesar 40%. Kemudian, aset stablecoin dan Bitcoin (BTC) memiliki pangsa pasar yang imbang, yakni sebanyak 24%. Untuk sektor keuangan terdesentralisasi alias decentralized finance (DeFi) dan aset kripto lainnya mewakili 12% dari total pangsa pasar aset kripto.

Di samping itu, total investasi venture capital dalam dunia kripto dan blockchain pada kuartal perdana tahun ini mencapai US$14,6 miliar. Jumlah tersebut sudah mencapai setengah dari total investasi sepanjang tahun lalu yang sebesar US$30,5 miliar.

Pada tahun ini dan dalam beberapa tahun mendatang, nilai investasi di industri kripto diproyeksikan bakal meledak. Pasalnya, di tahun lalu dan tahun ini masih dalam fase adopsi kripto dinilai masih dalam tahap awal.

“Adanya resesi dan pertumbuhan ekonomi yang negatif di berbagai negara akan memperkuat kebutuhan di sektor DeFi,” tulis sebuah riset.