Setelah Dikabarkan Tangguhkan Program Afiliasi, Kini Muncul Rumor Liar Coinbase Menghadapi Krisis Likuiditas

thesilent1.com – Keputusan Coinbase untuk menangguhkan program afiliasi (affiliate program) mereka memicu desas-desus bahwa crypto exchange itu mungkin tengah menghadapi krisis likuiditas.

Sejumlah pihak dalam komunitas kripto percaya bahwa penangguhan program afiliasi Coinbase dapat menjadi indikasi bahwa perusahaan tersebut juga tengah mengalami masalah di tengah kripto winter yang masih belum selesai ini.

Adapun dalam kiriman email Coinbase yang bocor ke publik, penangguhan program afiliasi dilakukan dengan alasan kondisi market kripto dan menimbang prospek untuk sisa tahun 2022 ini. Coinbase mengaku akan melanjutkan program afiliasi mereka kembali pada tahun 2023.

Menurut laporan Business Insider pada hari Jumat (15/7), program pemasaran afiliasi Amerika Serikat (AS) Coinbase akan dimatikan sementara sejak 19 Juli mendatang, berdasarkan email yang dikirim ke 3 content creator.

Sebelum berita ini muncul, Coinbase disebut telah menurunkan tarif komisi lebih dari 90% untuk beberapa influencer pada bulan Juni lalu. Coinbase diketahui meluncurkan program pemasaran afiliasi mereka sejak tahun 2019.

Coinbase Alami Krisis Likuiditas?

Kurt Wuckert Jr yang cukup terkenal di komunitas kripto pada hari Sabtu (16/7) menulis bahwa keputusan Coinbase ini bisa menandakan krisis likuiditas karena mereka telah menggabungkan market USD dan USDC, menutup Coinbase Pro, dan program afiliasi.

Pandangan ini tidak hanya disuarakan oleh Kurt Wuckert Jr. Para influencer kripto lainnya seperti Nate O’Brien dan BitBoy juga berbagi pandangan mereka tentang Coinbase.

Nate O’Brien pada hari Sabtu lalu menulis, “Coinbase baru saja menutup seluruh program afiliasi mereka. Ini adalah red flag [tanda bahaya] utama. Saya khawatir krisis likuiditas sudah di depan mata.”

Sementara itu, BitBoy pada hari yang sama juga menuliskan, “Coinbase menutup program afiliasi mereka dan menyingkirkan Coinbase Pro. Sejarah baru-baru ini akan menunjukkan mungkin ada masalah di depan untuk Coinbase. Jika Coinbase bangkrut, ini akan menghancurkan dunia kripto seperti yang belum pernah kita lihat sebelumnya.”

Terjadi Serangan FUD?

Namun, di sisi lain, ada pihak yang menganggap pernyataan yang menyebut ‘Coinbase menghadapi krisis likuiditas’ merupakan serangan untuk menciptakan ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan (FUD) di antara komunitas kripto.

YouTuber kripto Jungle Inc pada hari Sabtu (16/7) mengklaim bahwa Coinbase memiliki sekitar US$6 miliar uang tunai dan cadangan kripto yang signifikan.

“Mereka akan baik-baik saja! Saya baru saja mentransfer [aset yang saya miliki] semuanya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Dan Held, yang merupakan Director of Growth Marketing di Kraken, pada hari Minggu (17/7) turut merespon dengan mengatakan bahwa menutup program afiliasi bukanlah tanda krisis likuiditas.

Coinbase Tidak Akan Dibiarkan Bangkrut?

Di sisi lain, pengacara kripto John Deaton, yang juga merupakan pemegang saham dan pengguna Coinbase, yakin bahwa para pemimpin industri kripto tidak akan pernah membiarkan Coinbase mengalami kebangkrutan. Pasalnya, efek domino dari peristiwa semacam itu akan turut memukul industri kripto secara luas.

“Kebangkrutan Coinbase akan membuat industri kripto mundur 5 tahun atau lebih. Persepsi publik tentang kripto sebagai penipuan akan tumbuh secara eksponensial. Alih-alih regulasi yang cerdas dan disesuaikan, kita kemungkinan akan mendapatkan regulasi yang menindas,” tulis John Deaton di Twitter pada hari Minggu (17/7).

Sebagai sebuah perusahaan publik, dia menilai bahwa CEO Coinbase, Brian Armstrong, harus berhati-hati. John Deaton ingin agar Brian Armstrong dan Coinbase memadamkan serangan FUD yang muncul di muka publik.

Sebagai informasi, CEO Coinbase pada 13 dan 15 Juli lalu telah berupaya untuk memadamkan desas-desus yang berkonotasi negatif dengan menggambarkan bagaimana Coinbase dapat terus tumbuh dan menyesuaikan kondisi market saat ini.