Sepsis: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

thesilent1.com – Sepsis merupakan kondisi yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi merusak jaringannya sendiri.

Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa.

Sepsis berkembang ketika bahan kimia yang dilepaskan sistem kekebalan ke aliran darah untuk melawan infeksi menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Dilansir dari Health Line, kasus sepsis yang parah dapat menyebabkan syok septik, yakni penurunan tekanan darah secara signifikan yang dapat menyebabkan gagal napas atau jantung, stroke, kegagalan organ lain, dan kematian.

Mengutip dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko sepsis, yakni usia yang lebih tua, masa bayi, sistem kekebalan yang terganggu, diabetes, penyakit ginjal atau hati kronis, perangkat invasif, orang yang dirawat di ICU, dan penggunaan antibiotik.

Saat sepsis memburuk, aliran darah ke organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal, menjadi terganggu.

Sepsis dapat menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal.

Kondisi ini mengakibatkan gumpalan kecil atau pecahnya pembuluh darah yang merusak atau menghancurkan jaringan.

Kebanyakan orang sembuh dari sepsis ringan, tetapi angka kematian akibat syok septik sekitar 40 persen.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami infeksi, bahkan apabila sudah mengalami gejala sepsis .

Gejala sepsis

Ada tiga tahap sepsis, yakni sepsis, sepsis berat, dan syok septik.

Berikut ini beberapa gejala pada setiap tahapan sepsis.

Sepsis

  • Demam di atas 101 derajat F (38 derajat C) atau suhu di bawah 96,8 derajat F (36 derajat C)
  • Detak jantung lebih tinggi dari 90 detak per menit
  • Tingkat pernapasan lebih tinggi dari 20 napas per menit
  • Kemungkinan atau infeksi yang dikonfirmasi

Sepsis berat

Sepsis parah terjadi bila ada kegagalan organ.

Penderita sepsis akan memiliki satu atau lebih dari tanda-tanda berikut untuk didiagnosis dengan sepsis parah.

  • Bercak kulit yang berubah warna
  • Penurunan buang air kecil
  • Perubahan kemampuan mental
  • Jumlah trombosit rendah
  • Masalah pernapasan
  • Fungsi jantung abnormal
  • Menggigil karena penurunan suhu tubuh
  • Ketidaksadaran
  • Kelemahan ekstrem

Syok septik

Syok sepsis adalah penurunan tekanan darah parah yang dapat menyebabkan gagal napas atau jantung, stroke, kegagalan organ lain, dan kematian.

Perkembangan syok septik meningkatkan risiko kematian.

Berikut ini beberapa gejala yang timbul akibat syok septik.

  • Kebutuhan obat untuk menjaga tekanan darah sistolik lebih dariatau sama dengan 65 mm Hg.
  • Kadar asam laktat yang tinggi dalam darah (serum laktat). Memiliki terlalu banyak asam laktat dalam darah menjadi indikator sel-sel tidak menggunakan oksigen secara benar.

Penyebab sepsis

Meskipun semua jenis infeksi – bakteri, virus atau jamur – dapat menyebabkan sepsis, infeksi yang lebih sering menyebabkan sepsis adalah sebagai berikut.

  • Infeksi paru-paru, seperti pneumonia
  • Infeksi ginjal, kandung kemih, dan bagian lain dari sistem saluran kemih
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Infeksi pada aliran darah (bakteremia)
  • Infeksi situs kateter
  • Infeksi luka atau luka bakar

Penanganan sepsis

Sepsis dapat dengan cepat berkembang menjadi syok septik dan kematian jika tidak ditangani secara tepat.

Dalam penanganannya, dokter biasanya menggunakan sejumlah obat untuk mengobati sepsis.

Berikut ini beberapa obat yang digunakan dokter untuk menangani sepsis.

  • antibiotik via intravena (IV) untuk melawan infeksi
  • obat vasoaktif untuk meningkatkan tekanan darah
  • insulin untuk menstabilkan gula darah
  • kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
  • obat penghilang rasa sakit

Sepsis yang parah mungkin juga memerlukan cairan IV dalam jumlah besar.

Di samping itu, prosedur lain juga dibutuhkan.

Misalnya, pasien yang mengalami gagal napas membutuhkan alat bantu pernapasan.

Untuk pasien yang mengalami gagal ginjal, dialisis pun diperlukan.

Dengan prosedur dialisis, mesin dapat menyaring limbah berbahaya, garam, dan kelebihan air dalam darah.

Dalam beberapa kasus, pembedahan pun mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi.

Prosedur ini termasuk mengeringkan abses berisi nanah atau mengangkat jaringan yang terinfeksi