Putin Dituding Tempatkan Saingan Politiknya di Penjara yang Tak Layak, 200 Dokter di Rusia Tanda Tangan Petisi

thesilent1.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mendapat banyak kritikan pedas dari publik, terutama ikatan dokter di negara tersebut. Hal itu dipicu oleh aksi Putin yang dituding menyalahgunakan posisinya untuk merusak kesehatan saingan politiknya yang kini dipenjara.

Lebih dari 200 dokter disebut telah menandatangani petisi yang berisi keprihatinan mereka terhadap kehidupan Aleksei Navalny yang kini mendekam di penjara. Bahkan disebutkan jika Navalny harus berpindah-pindah di sel yang buruk.

Melansir laman Metro, Navalny dijatuhi hukuman Sembilan tahun penjara sejak Maret 2022 lalu. Dia dinyatakan bersalah atas penipuan dan penghinaan berskala besar oleh pengadilan Rusia . Namun lawan politik Putin ini mengaku tidak bersalah.

Kepada informan, Navalny mengaku ditempatkan di sel isolasi untuk kesepuluh kalinya dalam setahun. Pemicunya disebut sangat sepele, yakni karena Navalny mencuci muka setengah jam sebelum jadwal penjara diizinkan.

Navalny dilaporkan mulai sakit-sakitan lantaran harus meringkuk di sel yang sama dengan berbagai orang yang sengaja ditempatkan di dalam ruangan medis penjara yang penuh pasien flu. Hal itu disampaikan oleh pengacara Navalny.

“Kondisi penahanan dan penampilan Aleksei Navalny membuat kami sangat prihatin atas kehidupan dan kesehatannya. Dari sudut pandang medis, jelas bahwa Aleksei tidak menerima bantuan medis yang memadai,” ujar kuasa hukum Navalny.

Selama ini kuasa hukum Navalny menjelaskan kepada pihak penjara bahwa kliennya membutuhkan perawatan medis usia mengalami batuk, demam, dan menggigil. Tim kuasa hukum Navalny menyebut pria tersebut harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap.

Sosok Navalny merupakan pemimpin partai Russia of the Future, yang sering menantang Putin dan mengorganisir demonstrasi anti-pemerintah dan mengungkap korupsi di pemerintahan Putin . Atas aksinya itu, Navalny justru sering mendapat ancaman.

Pada September 2020 lalu, dia dilaporkan telah diracuni dengan agen saraf Novichok, hingga mengalami kondisi serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Lalu pada Januari 2021, Navalny ditangkap atas tuduhan melanggar ketentuan pembebasan bersayarat saat dia dirawat di Jerman.

Navalny telah dijatuhi hukuman sejak 2014 silam atas dugaan penggelapan dan harus dihukum 2,5 tahun penjara. Dia kembali diserahkan ke keluaga, namun tak lama berselang ia dituduh menggelapkan sumbangan para pendukungnya.

Dia juga menolak kasus pidana terhadap dirinya sebagai motivasi politik yang mengkalim partainya adalah partai paling berkuasa di Rusia .

“Jika hukuman penjara adalah harga hak asasi saya untuk mengatakan hal-hal yang perlu dikatakan, maka mereka dapat meminta 113 tahun. Saya tidak akan meninggalkan kata-kata atau perbuatan saya,” ujarnya.***