Prurigo (Penyakit Darah Manis)

thesilent1.com – Anda mungkin sudah sering mendengar istilah darah manis. Julukan ini sering kali diberikan pada orang yang kulitnya rentan gatal-gatal sampai memiliki bekas luka yang susah hilang. Dalam dunia medis, “darah manis” disebut dengan prurigo.

Simak penjelasan selengkapnya terkait gejala, penyebab dan pengobatan prurigo berikut.

Apa itu prurigo?

Penyakit “darah manis” atau prurigo nodularis adalah benjolan atau bintil-bintil yang biasanya muncul pada kulit lengan bawah, dahi, pipi, perut, dan bokong.

Benjolan ini dapat membuat kulit terasa gatal, terutama di malam hari atau saat Anda menggunakan pakaian yang bahannya dapat memicu gatal, seperti wol atau lateks.

Memang, sulit rasanya menahan keinginan untuk tidak menggaruk kulit yang gatal. Akan tetapi, menggaruk malah akan mengakibatkan luka lecet.

Lama kelamaan, lecet ini membuat warna kulit jadi tampak lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya.

Kemudian bekas luka yang hitam dan susah hilang akan timbul atau yang biasa dikenal dengan istilah darah manis.

ARTIKEL TERKAIT

KESEHATAN

Stop Menggaruk Kulit yang Gatal Dengan 9 Siasat Jitu Ini

Jari jemari rasanya tidak bisa diam jika kondisi gatal menyerang. Tangan biasanya refleks mau menggaruk sesegera mungkin. Padahal, jika Anda sedang mengalami gatal-gatal, menggaruk justru membuat kulit bisa terluka dan terasa perih. Pernahkah Anda merasakan ini? Nah, kalau begitu sebaiknya berhenti menggaruk kulit Anda yang gatal agar kondisinya tidak semakin parah. Ini dia, ulasan seputar […]

Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus• Sep 28, 2020

Gejala dan tanda penyakit darah manis

Gejala utama prurigo nodularis adalah munculnya benjolan keras dan gatal pada kulit lengan, kaki, perut, dan punggung.

Benjolan kecil tersebut dapat menyebabkan rasa gatal kronis yang parah.

Ukuran diameter benjolan ini dapat bervariasi dari beberapa milimeter hingga lebih dari tiga sentimeter.

Beberapa orang mungkin hanya memiliki beberapa benjolan. Sebagian orang lainnya bisa memiliki ratusan benjolan yang tersebar di seluruh bagian tubuh.

Benjolan akan tampak terlihat berwarna cokelat, merah, atau warna yang sama dengan kulit Anda.

Setelah terbentuk, benjolan kemudian dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ketika menghilang, benjolan akan meninggalkan bekas luka berwarna gelap atau terang.

Penyebab darah manis

Penyebab prurigo belum diketahui secara pasti. Pasalnya, kondisi ini baru muncul setelah Anda terus-terusan menggaruk area kulit yang gatal sampai menimbulkan luka lecet.

Para ahli menduga hal ini disebabkan karena penebalan ujung saraf kulit.

Saat Anda menggaruknya, saraf-saraf kulit malah jadi semakin sensitif dan memicu gatal yang berkepanjangan.

Infeksi luka jadi makin parah dan meninggalkan bekas luka yang susah hilang.

Meski begitu, darah manis dapat dipicu oleh penyakit kulit lainnya (dermatitis).

Berikut ini adalah beberapa pemicu yang mungkin bisa menyebabkan terjadinya penyakit kulit darah manis.

1. Gigitan serangga

Meskipun ini tidak terjadi secara langsung, rasa gatal akibat gigitan nyamuk atau serangga lainnya dapat memicu sensasi ingin menggaruk sampai gatalnya hilang.

Alih-alih meredakan gatal, hal ini justru menyebabkan infeksi yang lebih parah sampai meninggalkan bekas luka pada kulit.

2. Stres

Orang yang sedang stres cenderung tidak dapat mengendalikan diri, salah satunya saat muncul keinginan untuk menggaruk kulit yang gatal.

Ia bisa menggaruk kulitnya terus-terusan hingga menimbulkan luka terbuka yang menjadi pintu masuk infeksi bakteri.

3. Gangguan kesehatan tertentu

Menurut British Association of Dermatology, sekitar 80% orang yang terkena prurigo ternyata juga menderita kondisi seperti:

    asma,

    demam,

    eksim,

    dermatitis herpetiformis, dan

    gangguan kesehatan lainnya.

Sayangnya, hal ini masih belum diketahui dengan jelas penyebabnya.

4. Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat juga dapat menyebabkan penyakit darah manis.

Obat-obatan tersebut seperti obat kemoterapi pembrolizumab, paclitaxel, dan carboplatin.

Prurigo yang muncul karena obat-obatan dianggap sebagai dampak berkepanjangan aktifnya sistem kekebalan selepas perawatan atau pengobatan.

5. Gangguan saraf

Prurigo yang disebabkan oleh gangguan saraf, umumnya, disebabkan oleh kerusakan otak dan sumsum tulang belakang.

Terjadinya gangguan saraf yang memicu kondisi ini dapat diakibatkan oleh infeksi herpes atau herpes zoster, polineuropati, pruritus brakioradial, notalgia paresthetica, dan neuropati serat kecil.

Diagnosis prurigo

Dokter akan bertanya tentang gejala dan apakah Anda memiliki kondisi medis yang mendasari terjadinya prurigo nodularis.

Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk memeriksa kulit Anda pada benjolan dan bekas garukan yang terinfeksi.

Terkadang, biopsi kulit mungkin diperlukan. Saat biopsi, dokter akan mengangkat sepotong kecil jaringan kulit, menggunakan pisau bedah.

Kemudian sampel jaringan diperiksa di bawah mikroskop.

Jika dokter mendiagnosis penyakit darah manis, tetapi penyebabnya tidak diketahui, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan darah.

Ini diperlukan untuk mengevaluasi fungsi hati, ginjal, dan tiroid, dan memeriksa infeksi HIV, hepatitis C, atau infeksi lainnya.

Pengobatan dan perawatan prurigo

Tujuan pengobatan darah manis adalah untuk untuk menghilangkan rasa gatal.

Perawatan prurigo bisa menggunakan krim topikal (oles) dan obat sistemik untuk menghilangkan gatal.

Berikut ini adalah sejumlah pengobatan dan perawatan untuk mengatasi penyakit darah manis.

1. Obat topikal

Dokter mungkin menyarankan beberapa obat topikal yang dijual bebas atau obat resep untuk meredakan gatal dan mendinginkan kulit Anda.

Beberapa pilihan obat oles ini seperti:

    krim steroid topikal seperti clobetasol atau inhibitor kalsineurin seperti pimekrolimus,

    tar batubara topikal,

    salep vitamin D-3 topikal (kalsipotriol),

    krim capsaicin, dan

    mentol.

2. Obat sistemik

Dokter mungkin akan menyarankan suntikan kortikosteroid untuk meredakan rasa gatal yang timbul di seluruh tubuh.

Selain itu, dokter mungkin juga akan meresepkan antihistamin untuk membantu Anda dapat tidur di malam hari.

3. Antidepresan

Dokter mungkin akan meresepkan obat yang biasanya digunakan sebagai antidepresan untuk membantu menghentikan dorongan untuk menggaruk rasa gatal.

Obat-obatan antidepresan seperti paroxetine dan amitriptyline diketahui cukup berhasil meringankan gatal pada benjolan prurigo.

3. Terapi lainnya

Di bawah ini adalah terapi yang dapat membantu mengecilkan benjolan dan meredakan gatal.

    Cryotherapy: untuk memperbaiki penampilan benjolan dan menghilangkan rasa gatal.

    Fototerapi: penggunaan sinar UVA atau UVB untuk menyembuhkan benjolan dan mengurangi gatal-gatal dengan menekan reaksi peradangan.

    Imunosupresan: obat untuk mengurangi reaksi sistem imun, jenisnya seperti siklosporin, metotreksat, azatioprin, siklofosfamid, dan takrolimus.

Kesimpulan

    Penyakit darah manis adalah kondisi kulit yang sangat gatal dan dapat menyebabkan infeksi kulit.

    Penyebab pastinya tidak sepenuhnya dipahami, tetapi bisa dipicu oleh kebiasaan menggaruk, gigitan serangga, dan efek samping obat.

    Perawatan purigo terkadang memerlukan kombinasi pengobatan, seperti obat topikal dan fototerapi.

Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.

10

Topik

1.2k

Postingan

17k

Anggota

Umum

Vaginismus

PCOS

Fibroid Rahim

Gangguan Hormon

Lihat semua topik