Perluas Pasar Eropa, CoinShares Tuntaskan Akuisisi Napoleon AM

thesilent1.com – CoinShares, salah satu perusahaan manajemen investasi kripto global, berupaya untuk memperlebar cakupan bisnisnya hingga ke seluruh wilayah Eropa. Aksi tersebut bakal mereka lakukan lewat Napoleon Asset Management (Napoleon AM); yakni perusahaan pengelola aset kripto yang baru saja diakuisisinya pada akhir bulan lalu. Langkah anorganik perseroan dipercaya akan menjadi katalis positif bagi kinerja CoinShares dalam menancapkan bisnisnya di industri kripto.

Proses pengambilalihan Napoleon oleh CoinShares sebenarnya sudah dimulai sejak November 2021 lalu. Saat itu, kedua belah pihak sudah melakukan penandatanganan sales and purchase agreement (SPA).

Kemudian, CoinShares menyelesaikan proses pembelian atas saham Napoleon Grup di 16 Desember tahun lalu. Dalam perjanjian tersebut, juga disebutkan tentang klausul akuisisi saham Napoleon Asset Management.

Namun, hal itu baru bisa dilakukan setelah mendapatkan restu dari regulator pasar keuangan Perancis, Autorité des Marchés Financier (AMF). Maklum, posisi Napoleon Asset Management sendiri berbasis di Paris dan menjadi perusahaan pengelola aset digital pertama yang berada di bawah naungannya.

Perusahaan baru saja mendapatkan lampu hijau pada 28 Juni lalu dan menuntaskan perjanjian jual beli saham di 30 Juni 2022 kemarin. Dengan begitu, perusahaan bakal lebih leluasa untuk memperluas cakupan bisnisnya di seluruh wilayah Uni Eropa.

Napoleon AM Sudah Punya Lisensi untuk Perdagangan Aset Digital

Napoleon AM memiliki lisensi Manajer Investasi Alternatif (AIFM), yang bisa digunakan untuk memasarkan aset digital yang sesuai dengan AIFM, termasuk kripto ke seluruh wilayah Uni Eropa. Selain itu, lewat akuisisi tersebut, perusahaan juga bisa menggenjot bisnis exchange trade products (ETPs) yang baru diluncurkan di Januari tahun ini.

Chief Executive Officer (CEO) CoinShares, Jean-Marie Mognetti, mengatakan regulasi yang kuat merupakan hal penting yang harus dimiliki untuk bisa mengembangkan industri kripto.

“Status teregulasi perusahaan di banyak yurisdiksi adalah salah satu kekuatan utama CoinShares. Karena hal tersebut akan menambah keyakinan klien sekaligus memuluskan rencana perusahaan untuk menjadi pemimpin di sektor aset digital di Eropa,” katanya.

Napoleon AM sendiri merupakan perusahaan pengelola aset kripto yang menerapkan strategi investasi kuantitatif. Penerapannya diletakannya pada aset dasar yang terkena dampak dari aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) ataupun Ethereum (ETH).

Target pasar perusahaan juga sangat segmented. Hanya investor profesional ataupun investor yang ingin berinvestasi dengan nilai minimal 100 ribu euro yang bisa menjadi nasabah Napoleon AM.

Total Pendapatan CoinShares Anjlok akibat Crypto Winter

Langkah strategis CoinShares dilakukan di tengah era crypto winter yang masih melanda. Meskipun begitu, perusahaan tetap optimistis bahwa lewat aksi yang baru saja dilakukan bakal mampu mengakselerasi pertumbuhan bisnis perusahaan ke depannya.

Padahal, tekanan yang dialami perusahaan dalam tiga bulan pertama tahun ini cukup berat. Total pendapatan, keuntungan dan pendapatan lain perusahaan anjlok 29,94% ke level 27,96 juta GBP, dari periode yang sama tahun lalu 39,91 juta GBP.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perusahaan juga susut 45,32% ke level 18,7 juta GBP, dari posisi sebelumnya 34,2 GBP.

Meski begitu, perusahaan tetap berupaya memperbesar skala bisnisnya dengan meningkatkan basis karyawannya; dari 42 orang di Januari 2020 menjadi 95 orang di Maret tahun ini.

Adopsi Kripto di Eropa Meningkat

Kebulatan tekad CoinShares untuk terus memperlebas sayap bisnisnya di seluruh wilayah Eropa juga didasari atas tingginya tingkat adopsi kripto yang ada di wilayah tersebut. Data European Central Bank (ECB) menyebutkan bahwa 10% dari total rumah tangga di Eropa memiliki aset kripto.

Hal itu mengindikasikan bahwa minat investor ritel terhadap aset kripto cukup tinggi. Bahkan 6% dari pemilik kripto mengakui bahwa mereka memiliki aset kripto dengan nilai rata-rata sekitar US$32 ribu.

Berdasarkan data Finder, salah satu negara yang ada di wilayah Eropa yang memiliki tingkat adopsi kripto terbaik adalah Irlandia. Negeri tersebut memiliki tingkat adopsi sebesar 10%, dimana 4% diantaranya memiliki Bitcoin (BTC).