Perkembangan Web3 Makin Menarik, Polium Siap Luncurkan Konsol Gim Multichain

thesilent1.com – Perkembangan dunia Web3 terjadi begitu cepat. Non-fungible token (NFT) baru saja lahir di tahun 2017, dan kini kita sudah dihadapkan dengan kehadiran metaverse. Sektor gim sendiri digadang-gadang bakal menjadi salah satu sektor yang kebanjiran rezeki dari melambungnya metaverse. Melihat hal itu, salah satu perusahaan yang berkutat pada infrastruktur gaming di Web3, yakni Polium, dalam waktu dekat bakal merilis konsol gim yang kompatibel dengan ragam jaringan blockchain alias multi-chain.

Dalam sebuah utas Twitter, Polium mengumumkan bahwa mereka merilis konsol bernama Polium One untuk Web3 gaming.

“Web3 Gaming akan menjadi masa depan. Kami memiliki prototipe fungsional yang siap sebelum pre-order atau saat pendanaan dimulai,” ungkapnya dalam utas Twitter lanjutan.

Tidak hanya menyediakan konsol gim berbasis Web3, Polium juga mengaku tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa pengembang gim Web3 agar bisa bersama-sama membangun ekosistem gim di metaverse.

Pengembangan konsol gim akan disesuaikan dengan roadmap pengembangan metaverse. Konsol terebut juga diklaim bisa mengunduh gim, metaverse, dan aplikasi yang ada di web3.

Selain itu, pembelian dan penjualan aset digital berupa non-fungible token (NFT) dalam ekosistem gim bisa dilakukan untuk menunjang permainan. Bahkan, Polium mengklaim bahwa jual beli NFT non-games juga bisa dilakukan lewat konsol canggih tersebut.

Beberapa blockchain yang kompatibel dengan konsol tersebut adalah Ethereum, Solana, Polygon, BNB Chain, ImmutableX, Harmony, EOS, dan WAX.

Polium Bakal Terbitkan NFT

Rencananya, konsol gim tersebut baru akan dirilis pada tahun 2024 mendatang. Dalam tahap awal, perusahaan bakal merilis 10.000 NFT yang akan menjadi Polium Pass. Setiap pemegang Polium Pass bisa melakukan pre-order atas konsol gim Polium One, sebelum dirilis ke publik.

Di samping itu, setiap pemegang NFT akan bisa mendapatkan playable PFP airdrop, staking rewards, dan akses untuk mengikuti acara di Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Inggris (UK).

Tidak hanya itu, pemegang Polium Pass juga dapat mengklaim konsol gim Polium One dengan cara membakar (burn) kepemilikan NFT-nya. Sebagai catatan, proyek NFT yang akan dibangun perusahaan menggunakan jaringan blockchain Ethereum.

Oleh karena perangkat yang ingin mereka bangun tersebut bersifat multichain, Polium pun bakal mengintegrasikan dompet kripto yang bisa digunakan untuk semua jaringan blockchain.

Pengembangan yang dilakukan perusahaan disebut akan mempercepat pengembangan ekosistem gaming di web3. Sebab, artinya, seorang gamers bisa langsung memainkan gim yang diinginkan di metaverse sambil mempelajari aset digital.

Dalam tahap awal, Polium akan merilis 10 ribu konsol gim. Kemudian saat sudah dirilis ke publik di 2025, barulah perusahaan bakal meningkatkan jumlah produksinya.

Masa Depan Pasar Gaming yang Cemerlang

Sejak tahun lalu, sektor game berhasil meraup pendapatan sekitar US$201 miliar. Di tahun 2028 mendatang, seiring dengan perkembangan metaverse dan NFT, pendapatan sektor gaming diprediksi mampu mencapai US$435 miliar.

Sedangkan, untuk industri ikutannya, yakni konsol gim, di 2027 diproyeksikan mampu meraih pendapatan sebesar US$51 miliar. Tingginya jumlah pemain gim, yang mana 2 miliar orang masuk dalam kategori pemain aktif, menambah optimisme terhadap masa depan industri gim.

Pasar metaverse sendiri diramalkan akan memiliki valuasi hingga US$1 triliun di 2030 mendatang. Hal itu sudah terlihat dari aktivitas gim berbasis blockchain yang meledak hingga 2.000% dalam setahun terakhir.

Kepercayaan investor terhadap industri tersebut juga cukup tinggi. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, sektor gim berbasis blockchain sukses menggalang dana sebesar US$2,5 miliar, tumbuh 150% dari kuartal sebelumnya.