Pantai Jungwok Gunung Kidul, Berapa Tiket Masuknya dan Apakah Sudah Buka Atau Tutup?

thesilent1.com – Alamat: Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, YogyakartaGoogle Map: Klik DisiniJam Buka: –HTM: Rp.5.000 – 10.000 per Orang

Njuwok Atau Juwok

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang beribu kota Jogja terletak di bagian selatan pulau Jawa. DIY memiliki 4 kabupaten, salah satunya adalah kabupaten Gunungkidul, yang berbatasan dengan salah satu bagian perairan laut, yaitu Samudra Hindia.

Karena letaknya yang berbatasan dengan perairan inilah, kabupaten ini memiliki puluhan pantai yang menyajikan pemandangan indah, yang beberapa masih belum banyak orang tahu.

Karenanya, kota Jogja sendiri terutama Gunung Kidul menjadi surga bagi para pecinta pantai. Di antara puluhan pantai tersebut, ada sebuah pantai yang memiliki keindahan eksotik tersendiri, yaitu pantai Jungwok yang terkadang disebut pantai Njuwok atau Juwok.

Rute Menuju Lokasi

Lokasi pantai Jungwok terletak sekitar 500-1000 meter di sebelah timur pantai Wediombo dan sebelah barat pantai Greweng. Jika ingin ke pantai ini, sebaiknya Anda membawa kendaraan pribadi karena jalan ke pantai ini cukup sulit ditempuh.

Lebih baik menggunakan kendaraan roda dua karena ke dalamnya harus berjalan kaki, tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat. Terkadang, jalanannya yang terjal pun akan licin sehabis hujan, jadi lebih baik lagi jika kendaraan roda dua yang Anda gunakan adalah motor trail.

Jika ingin menggunakan angkutan umum, dari terminal Giwangan Anda bisa menggunakan jurusan ke Wonosari, lalu ambil yang ke arah Jepitu, dan dari sana Anda harus naik ojek. Namun, ongkos yang harus dikeluarkan lumayan besar, yaitu sekitar Rp. 40.000.

Jalan menuju ke pantai Jungwok ada tiga. Rute tercepat dari kota Yogyakarta menuju pantai Jungwok, jika menggunakan kendaraan pribadi roda empat membutuhkan waktu 2 jam 19 menit, jika menggunakan kendaraan roda dua bisa lebih cepat, dan jika menggunakan angkutan umum bisa lebih lambat.

Dari kota Yogyakarta, ambil belokan ke kanan, ke jalan Bausasran dan lurus hingga SMA Negeri 8 Yogyakarta, hingga sampai ke PLN Jogja.

Dari sana, terus ikuti jalan Nasional III dan jalan Yogyakarta – Wonosari, lalu masuk ke jalan Kiyai Legi, hingga masuk ke jalan Pantai Selatan dan jalan Wediombo Jungwok. Setelah itu, tidak lama lagi Anda akan sampai ke Pantai Jungwok.

Anda juga bisa mengambil rute melalui jalan Imogiri Timur, namun waktu yang dibutuhkan 5 menit lebih lambat, atau melalui jalan Imogiri Barat namun akan 12 menit lebih lambat.

Nanti, kedua jalan itu akan bertemu di jalan Playen Dlingo, lalu masuk ke jalan Kiyai Legi, dan Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan mengikuti rute di atas.

Keindahan

Meskipun untuk bisa sampai ke pantai ini cukup menguras tenaga, namun rasa lelah itu terbayarkan begitu Anda menginjakkan kaki di sana dan melihat pemandangan yang ada.

Garis pantai ini melengkung, dan konon katanya, bentuknya yang seperti cekungan inilah yang membuat pantai ini dinamai Jungwok. Meskipun tidak terlalu luas, pantai ini bersih, sepi, tidak memiliki banyak pengunjung yang datang, dan menjadikannya seperti pantai pribadi.

Di sekeliling pantai ini terdapat bukit hijau, dan pasir putih kekuningan terlihat membentang di bibir pantai. Ombaknya cukup tenang, dan ada tebing yang mengelilingi, yang menghalangi ombak untuk benar-benar sampai ke tepi.

Sungai Air Tawar

Pantai ini memiliki tiga aliran sungai air tawar yang seolah membaginya menjadi tiga bagian. Pemandangan khas pantai ini adalah batu karang besar di tengah pantai, yang dinamakan Watu Topi atau Batu Topi, dan sering digunakan penduduk setempat untuk memancing atau memasang perangkap lobster.

Namun, karena ombaknya besar di dekat sana, para pengunjung disarankan untuk tidak mendekat ke sana.

Karena suasananya yang tenang, masih alami, dan belum banyak fasilitas, pantai ini sering dijadikan sebagai lokasi camping. Berbondong-bondong orang dalam satu grup sering mendirikan tenda di dekat pantai ini sebelum matahari terbenam.

Jika Anda ingin berkemah di sini, sebaiknya Anda membawa bekal sendiri karena belum banyak warung makan yang tersedia. Di tahun 2022 ini, sudah tersedia fasilitas toilet dan kamar mandi. Anda pun bisa membeli kayu bakar untuk membuat api unggun di sana, dan tidak usah sungkan memita bantuan penduduk sekitar jika Anda memerlukan sesuatu.

Mitos Angker

Meskipun indah dan tenang, namun pantai ini terkenal sedikit mistis dan punya misteri tersendiri.

Karena lokasinya yang masih benar-benar alami, jarang dikunjungi, jauh, lebih jauh dari pantai lainnya dan cukup terpencil, dengan jalan yang terjal berbatu dan gelap di malam hari, terlebih belum banyak fasilitas dan jumlah rumah penduduk pun masih bisa dihitung dengan jari, saat malam hari pantai ini terasa sangat sepi dan mencekam.

Seolah hanya sendiri, seolah ada yang mengikuti. Beberapa orang yang pernah kemari dan berkemah di sini, beberapa kali mengalami kejadian aneh, dan samar-samar terdengar lolongan anjing atau serigala dari suatu tempat.

Beberapa waktu lalu, beberapa bagian dari Watu Topi ada yang rubuh setinggi 15 meter, dan di pinggir pantai, ada seorang wisatawan yang sedang berfoto terseret ombak.

Warga setempat pun sering menceritakan kejadian aneh. Namun, selama kita tidak bicara dan berbuat macam-macam, tidak mengotori atau merusak alam di sana, dan tidak melanggar peraturan yang ada, kita bisa tenang berkunjung dan berkemah di sana.

Itulah rute menuju pantai Jungwok yang bisa Anda gunakan. Jika Anda ingin berkunjung ke pantai di dekat pantai Jungwok, selain pantai Wediombo dan pantai Greweng, Anda juga bisa mengunjungi pantai Jogan yang memiliki perpaduan eksotik antara air terjun dan laut, juga pantai Nglambor, yang tak kalah indahnya dari pantai Jungwok ini.