MetaMask Gandeng PayPal untuk Perluas Opsi Pembayaran Ethereum

thesilent1.com – ConsenSys, induk usaha MetaMask, memiliki segudang rencana untuk memperkuat penetrasi dompet kriptonya. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan menggandeng perusahaan pembayaran global PayPal untuk menjembatani pembelian Ethereum (ETH) via MetaMask. Langkah tersebut sengaja dilakukan untuk memperkuat adopsi kripto sekaligus menghilangkan hambatan yang selama ini ada.

Kendati demikian, layanan tersebut baru akan tersedia terbatas untuk pengguna yang berada di Amerika Serikat (AS). Pada tahap awal, hanya pengguna tertentu yang bisa menikmati fitur baru tersebut,. Namun, dalam beberapa minggu ke depan ConsenSys berambisi untuk bisa melayani seluruh warga AS yang memiliki minat terhadap kripto.

Hal itu sekaligus menjadikan MetaMask sebagai dompet kripto pertama yang bermitra dengan PayPal.

/Terkait

Sempat Layani Binance hingga Kraken, Mazars dan Armanino Kini Tangguhkan Layanan Audit Kripto

Terseret Krisis, Amber Group secara Mengejutkan Dapat Pendanaan Baru Rp4,6 Triliun

Pasar Masih Kalut, a16z Pimpin Pendanaan Lebih dari Rp1,5 Triliun ke Aztec Network

Hindari PHK, Paradigm Potong Gaji Seluruh Karyawan 15%

Selamatkan Core Scientific, B. Riley Tawarkan Pembiayaan US$72 Juta

Bakal Izinkan Aplikasi Pihak Ketiga di Luar App Store, Sikap Apple Mulai Melunak terhadap Kripto?

Product Manager MetaMask, Lorenzo Santos, mengungkapkan platform dompet virtual perusahaan bisa menjad akses utama bagi pengguna Web3 untuk melakukan interaksi dengan pasar aset digital (non-fungible token), gim berbasis kripto, decentralized autonomous organization (DAO), keuangan terdesentralisasi (DeFi), dan metaverse.

“Integrasi yang dilakukan dengan PayPal akan membuka jalan bagi pengguna dompet yang ada di AS untuk menjelajahi ekosistem Web3, tidak hanya untuk membeli kripto,” jelasnya.

PayPal sendiri juga sudah terus melakukan pembaruan terhadap layanan kriptonya. Belum lama ini, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga sudah merilis fungsionalitas baru yang memungkinkan pengiriman kripto ke sesama akun PayPal ataupun ke dompet kripto lainnya bisa dilakukan.

Walua begitu, memang aset kripto yang bisa dikirim masih terbatas pada Bitcoin (BTC), Ethereum, Bitcoin Cash (BCH), dan Litecoin (LTC).

Merajai Industri Dompet Virtual

MetaMask digadang-gadang menjadi jawara dalam industri dompet virtual. Pernyataan itu disandarkan pada tingginya jumlah pengguna dompet MetaMask yang sampai saat ini diklaim sudah mencapai 21 juta pengguna.

Selain itu, MetaMask juga sering dianggap bukan hanya sebagai dompet kustodian, melainkan gerbang masuk untuk menjelajah lebih dari 3.700 aplikasi terdesentralisasi (dApp).

Berdasarkan data Statista, jumlah warga AS yang mengunduh apliikasi tersebut per Juli 2022 mencapai 130.699. Hal itu sekaligus menjadikan AS negara dengan jumlah pengunduh terbanyak MetaMask dibanding negara lain.

Wilayah lain yang juga menjadi ladang subur bagi pengembangan bisnis MetaMask adalah Rusia. Negeri Beruang Putih itu pada Juli 2022 kemarin mencatatkan 64.125 unduhan aplikasi. Kemudian, diikuti oleh Brasil dan India yang masing-masing mengunduh sebanyak 51.267 dan 51.715. Sedangkan, wilayah Indonesia sendiri tercatat mengunduh MetaMask sebanyak 26.358 kali.

Mafia PayPal Sebut Perusahaan Lakukan De-Platforming

Terlepas dari ekspansinya yang dilakukan di dunia virtual, co-founder yang menjabat sebagai Chief Executive Offcer (CEO) PayPal hingga tahun 2002, Peter Thiel alias “Mafia PayPal”, menyebut bahwa perusahaan melakukan kebijakan de-platforming. Tuduhan itu lahir dari adanya kebijakan PayPal yang diklaim telah melakukan pembekuan dana secara tiba-tiba dan menetapkan denda.

“Visi PayPal telah bergeser dari tujuan awalnya yang bermaksud memberikan kendali penuh atas uangnya,” jelas Thiel.

Selain itu, PayPal juga dituduh menutup jalur negosiasi untuk membuka akun yang telah dibekukan. Menurutnya, pembekuan uang yang dilakukan oleh PayPal menghancurkan seseorang secara ekoomi dan membatas kemampuan banyak orang untuk mengeluarkan suaranya.

Mantan Chief Operating Officer (COO) PayPal, David Sacks, ikut bersuara. Dirinya menuturkan di bawah kepemimpinan Dan Schulman, PayPal justru mempersempit akses bagi mereka yang memiliki pandangan berbeda.

Seperti diketahui, pada Oktober kemarin, PayPal menerapkan kebijakan denda sebesar US$2.500 bagi pengguna yang mengirimkan informasi yang salah atau menyebarkan materi yang dapat membahayakan keselamatan dan kesejahteraan pengguna.

Bagaimana pendapat Anda tentang integrasi antara PayPal dan MetaMask ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!