Menikah dengan Generasi Sandwich? Ini Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich

thesilent1.com – Apa yang harus dilakukan generasi sandwich? Bagaimana keluar dari sandwich generation? Apa saja langkah-langkah stop generasi sandwich ?

Pertanyaan semacam itu kerap bermunculan di kalangan pembaca yang ingin mencari informasi terkait cara memutus rantai generasi sandwich atau sandwich generation.

Banyak pengalaman sandwich generation yang sudah berhasil, namun ada juga yang kesulitan menemukan cara mengatasi persoalannya, terutama bagi individu yang pada akhirnya menikah dengan generasi sandwich .

Artikel ini akan membantu pembaca menemukan solusi sandwich generation , termasuk pentingnya memahami investasi generasi sandwich dalam upaya stop generasi sandwich.

Pengalaman sandwich generation

Perlu diingat, memutus rantai generasi sandwich penting diusahakan agar tidak semakin terjerumus pada dampak generasi sandwich.

Keberadaan status generasi sandwich tidak terlepas dari adanya kewajiban menjaga keluarga di luar keluarga intinya. Ini menyebabkan sejumlah konsekuensi.

Status generasi sandwich membuat seseorang memiliki jumlah tanggungan keluarga yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan non-generasi sandwich.

Pada akhirnya, jumlah tanggungan keluarga yang lebih banyak tersebut menyebabkan generasi sandwich memiliki kewajiban finansial yang cenderung lebih tinggi dan proporsi waktu luang yang lebih sedikit dibanding non-generasi sandwich.

Ini juga bisa terjadi bila seorang individu menikah dengan generasi sandwich. Betapa tidak, generasi sandwich praktis akan memberikan dampak negatif terhadap kondisi pernikahan, kesehatan, menimbulkan stres, kecemasan, dan kesedihan.

Pengalaman sandwich generation pernah diungkap oleh penelitian Hopps dan kawan-kawan pada 2017 di Amerika Serikat.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kelompok individu yang memiliki tanggung jawab merawat orang tua lebih banyak yang merasa tertekan apabila dibandingkan dengan yang tidak memiliki tanggung jawab serupa.

Di negara lain, Juin pada 2015 di Perancis menemukan bahwa tanggung jawab merawat orang tua memiliki efek negatif terhadap tingkat kesehatan, terutama apabila tanggung jawab perawatan tersebut adalah intensif lebih dari 20 jam per minggu.

Praktis, konsekuensi berikutnya dari generasi sandwich adalah mereka menghadapi konflik ketika tanggung jawab keluarga dan tuntutan pekerjaan harus diselesaikan secara bersamaan.

Ahmad dan koleganya di Malaysia pada tahun 2016 bahkan menemukan, potensi konflik ini semakin tinggi pada kelompok individu berpendapatan rendah dan mempengaruhi kualitas hidup generasi sandwich dalam hal tingkat kepuasan terhadap pekerjaan dan keluarganya.

Karena itu, penting memutus rantai generasi sandwich, terutama bagi kalangan yang terlanjur menikah dengan generasi sandwich.

Stop generasi sandwich

Solusi sandwich generation adalah dengan menyiasati pengelolaan keuangan, termasuk memahami investasi generasi sandwich.

Berikut ini 3 langkah yang perlu dilakukan untuk memutus rantai generasi sandwich:

1. Rencanakan keuangan

Apapun yang dibeli, atau apapun yang menjadi prioritas di masa depan harus direncanakan. Dalam memenuhi kebutuhan hidup, ada baiknya cek posisi keuangan dan buat pos masing-masing prioritas.

“Dengan menyeimbangkan budget, artinya Anda menyeimbangkan kehidupan sekarang dan masa depan,” kata Financial Planner & Educator, Aliyah Natasha dalam sebuah meeting virtual, dikutip ulang pada Rabu (8/12/2021).

Aliyah menuturkan, mengelola keuangan perlu beberapa data terkini. Anda bisa merencanakan prioritas dengan mempertimbangkan angka harapan hidup di Indonesia, rata-rata tingkat inflasi Indonesia dan suku bunga Bank Indonesia.

2. Investasi dan bangun aset

Setelah membuat perencanaan, Anda perlu membangun aset. Utamanya saat tren suku bunga rendah yang memengaruhi suku bunga tabungan dan deposito.

Penting dipahami, investasi generasi sandwich yang cocok tergantung pada kondisi dan kemampuan keuangan keluarga yang bersangkutan.

“Caranya adalah cari investasi atau aset yang memberikan return produktif, dan pahami risikonya,” ucap Aliyah.

3. Monitor keuangan

Hal sering dilupakan adalah memonitor keuangan, investasi, maupun aset yang kita punya. Meski investasi ada di tangan manajer yang tepat, bukan berarti Anda bisa lepas tangan begitu saja.

Dari perencanaan-perencanaan tersebut, Anda bisa memenuhi kebutuhan 2 generasi, sekaligus memenuhi kebutuhan di masa tua Anda sehingga beban generasi sandwich tak lagi turun-temurun. Perhatikan pula berbagai perlidungan untuk diri sendiri, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi aset.

“Karena begini, banyak klien yang punya aset, namun kebanyakan asetnya tergerus karena tidak siapkan proteksi untuk diri-sendiri. Jangan sampai harta kita tergerus oleh ketidaksiapan kita sendiri,” pungkasnya.

Itulah sederet informasi seputar cara memutus rantai generasi sandwich, termasuk bagi individu yang menikah dengan generasi sandwich.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.