Mengencani Ferrari 296 GTS di Italia, Merasakan Paradigma Baru Kendaraan Super

thesilent1.com

Kami menikmati driving bersama Ferrari 296 GTS di Italia

Kesempatan menjajal Ferrari beratap terbuka di negara asalnya, amat berharga untuk dilewatkan. Setelah bercengkerama dan menjalani penyatuan bersamanya. Tersibak dua kata: radikal dan sarat inovasi. Mengubah paradigma kalau supercar itu harus selalu mengacu pada kubikasi mesin besar dan konfigurasi enjin hingga 12 silinder. Namun seiring perkembangan zaman, regulasi dan tren elektrifikasi. Pabrikan putar otak, merumuskan untuk memproduksi mobil terbaik, namun bermesin ringkas. Maka, muncullah Ferrari 296 GTS sebagai jawaban.

Asal tahu, GTS merupakan akronim dari Gran Turismo Spider. Di atas rangka, duduk mesin 3 liter plus induksi turbo, berkonfigurasi V6 terbaru, 120 derajat. Tampak kecil, namun jangan salah. Tenaga yang dikeluarkan lebih beringas ketimbang Ferrari model konvensional, 812 Superfast (800 PS dan 718 Nm). Mari kita bandingkan dengan data di bawah ini.

Bisa dilihat, dalam mode hybrid, 296 GTS sanggup mengeluarkan total tenaga 830 PS. Menurut Maranello, ia memberikan tingkat kinerja yang sebelumnya tidak terpikirkan, inovatif, unik dan menggembirakan. Ini bukan hanya soal jantung pacu kuat, sanggup berdetak melebihi 812 Superfast. Namun Ferrari ingin menggarisbawahi tradisi dan transformasi enjin terbaru nan ramah lingkungan dari Maranello. Keluaran CO2 berdasar WLTP, cuma 149 g/km saja.

Nah, selama pengujian di Italia. Setidaknya ada lima hal yang menjadi faktor dasar dalam memberikan kesenangan berkendara:

1. Lateral. 296 GTS memberikan respons lingkar kemudi yang baik. Komunikasi antara setir dan ban terjalin sempurna. Hal ini tentu menyokong handling menyenangkan.

2. Longitudinal: Mesin V6 – 120° turbo dry menyuguhkan akselerasi tangkas. Bayangkan saja, mengilat dari 0-100 km/jam cuma 2,9 detik.

3. Gear Shifting. Waktu pemindahan gigi terasa sangat cepat. Sensasi berselancar kian nikmat melalui koherensi persneling dengan pergerakan gigi.

4. Braking. Pengereman 296 GTS sangat optimal. Untuk menghela laju dari 200-0 km/h hanya sekitar 107 meter. Jarak berhenti di jalan kering dipersingkat secara signifikan oleh sistem ABS EVO. Termasuk juga integrasi dengan sensor 6w-CDS. Memastikan gaya pengereman kian mantap saat diajak melesat kencang.

5. Sound. Raungan mesin saat RPM tinggi juga bulat. Tak kalah dari model naturally aspirated.

Lalu yang menarik, ia dapat digunakan dalam mode eDrive. Mobil dapat mencapai kecepatan hingga 135 km/jam tanpa menggunakan ICE. Kemudian dapat menempuh jarak 25 km. Enjin bakal mendukung motor listrik ketika butuh performa berkendara lebih. Transisi antara mode berkendara elektrik dan hybrid diatur dengan sangat lancar. Tak lain, untuk menjamin akselerasi mulus dan konstan. Serta menyediakan tenaga sedini mungkin. Untuk hasil test drive lengkap, tersaji di artikel lain. (OTO)