Konser Musik Lalala Festival 2019 yang Memukau, Tapi…

thesilent1.com – Bagaimana rasanya menikmati Festival Musik di Tengah Hutan? Lalala Festival 2019 kini kembali menggelar event musik di Orchid Forest.

Finansialku akan membahas mengenai ulasan Lalala Festival 2019. Untuk lebih jelasnya, mari simak pembahasannya.

Rubrik Finansialku

Lalala Festival 2019 Begitu Dinantikan

Konser musik merupakan salah satu event yang sangat digemari dan ditunggu-tunggu, terutama bagi generasi milenial dan generasi Z. Selain sebagai hiburan, orang-orang datang ke konser musik untuk mengekspresikan dirinya.

Pada 23 Februari 2019 lalu, ada sebuah festival musik yang sangat ditunggu. Nama acara tersebut adalah Lalala Festival 2019.

Acara ini telah menampilkan musisi dalam negeri maupun musisi luar negeri.

Pagelaran perdana Lalala Festival ini telah berlangsung pada 2016 dan 2018, kini diadakan kembali di tahun 2019. Slogan yang diusung oleh acara ini adalah ‘The FIRST International Forest Festival in Indonesia’.

Untuk tempatnya sendiri, Lalala Fest tetap konsisten memilih venue di kawasan Lembang, Bandung lebih tepatnya di Orchid Forest Cikole. Belakangan banyak event musik yang diadakan di alam terbuka.

Menikmati alunan musik di alam terbuka, seperti hutan pinus atau taman menjadi daya tarik tersendiri. Suasana yang sejuk akan membuat penonton merasa tersihir dalam menikmati penampilan band-band yang mereka kagumi.

Festival musik yang diadakan di alam terbuka yang banyak pepohonan dan kayu-kayu ini lebih diidentikkan dengan festival musik beraliran Indie Folk. Musik folk ini adalah musik yang bernuansa budaya dan kultur yang tersebar di setiap Negara.

[Baca Juga: Ingin Nonton Konser John Mayer & Konser Ed Sheeran? Baca 5+ Tips ini!]

Kini, Lalala Festival yang merupakan festival musik internasional pertama yang diadakan di Hutan Pinus, khususnya di Lembang Indonesia. Kurang lebih berjarak 15 km dari pusat kota Bandung.

Sudah bisa dibayangkan bagaimana kerennya festival musik ini. Di tengah-tengah hutan pinus, udara yang dingin, dekorasi venue dan beberapa makanan dan minuman yang cocok untuk dinikmati sambil menikmati konser.

Stage yang digunakan dalam Lalala Festival ini ada tiga titik yang dibedakan sesuai genre-nya.

Yang tampil di Lalala Stage adalah Project Pop, Jayeslee, Sheila on 7, Crush, The Internet, Honne dan Joe Hertz.

Di stage Navajo akan hadir Fourtwnty, Ardhito Pramono, Gentle Bones, Alexbth, Pomo, Jeremy Passion dan Diskoria.

Di Stage Ombre akan dimeriahkan oleh Sweet After Tears, Murf, Alter, Marigold, Gabriel Mayo, Svmmerdose, Astronomy, dan Club Dangdut Racun.

Antusiasme para penonton sebenarnya sudah terlihat dari ludesnya tiket setelah penjualannya dibuka. Sayangnya antusiasme dari penonton tak terbayar tuntas karena ada beberapa kendala yang terjadi.

Keluhan Dari Para Penonton

Festival musik ini ternyata mengandung banyak komentar miring dari para penonton. Media sosial dipenuhi dengan kritikan tentang Lalala Fest yang dianggap kurang memuaskan.

Setiap venue festival musik yang berskala besar tentu akan ada kendalanya. Apalagi di Orchid Forest Lembang yang sering diguyur hujan, betapa sulitnya untuk menghadiri festival musik yang seharusnya penonton bersenang-senang.

Ini dia beberapa keluhan dari para penonton Lalala Festival 2019:

#1 Lokasi yang Jauh

Letak Orchid Forest sendiri berada di dekat tempat wisata lainnya yang ada di Lembang sehingga dengan jalan yang tidak begitu besar dan banyaknya penonton ke daerah ini, Lembang sering kali macet.

Selain macet, penonton juga diharuskan jalan kaki di hutan pinus yang cukup jauh dengan stage. Banyak cuitan di media sosial seperti “Ikut Lalalafest Kaya Ikut Ospek Hima”.

[Baca Juga: Praktikkan Sekarang Juga Tips Menabung untuk Beli Tiket Konser]

#2 Venue Tidak Sesuai dengan Peta Lokasi

Menikmati festival musik di alam terbuka itu, biasanya para penonton dibuat senyaman mungkin, seperti sedang rekreasi dengan karpet karpet atau sofa untuk penonton duduk atau lesehan di rumput rumput hijau menikmati musik.

Kali ini berbeda, penonton tidak bisa duduk dimana saja karena jalanan yang becek dan kotor berlumpur.

Peta lokasi yang diberikan pihak panitia tidak menggambarkan kondisi di lapangan. Para penonton diguyur hujan, tetapi mereka meski bertahan demi menyaksikan performance dari band favoritnya.

#3 Sound Kurang Mendukung

Banyaknya penonton yang hadir dan luaskan venue yang berada di tempat terbuka tidak sebanding dengan sound system yang telah disediakan sehingga mengganggu kemeriahan acara karena penonton yang berada sedikit jauh dari panggung tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

Seperti yang dilansir di Medium.com, ia mengatakan bahwa ketika dirinya sedang menikmati konser TheInternet, suara vokalisnya tidak terdengar sama sekali.

#4 Banyak Sampah Karena Kurangnya Tempat Sampah

Dalam setiap berbagai event masalah sampah masih saja menjadi bahan perdebatan. Apalagi dengan mengadakan festival di tengah hutan, yang harusnya indah dengan rumput hijau, kali ini indah oleh serakan sampah.

Tempat sampah yang disediakan pun kurang banyak, tidak sebanding dengan penonton yang hadir. Lokasi acara yang sedikit gelap dan kurangnya tempat sampah, membuat para penonton akhirnya buang sampah sembarangan.

Disamping itu, budaya membuang sampah sembarangan ini masih menjadi PR besar untuk warga Negara Indonesia.

#5 Hiking Malam dari Stage Satu Ke Stage Lainnya

Konsep dari acara ini salah satunya dengan membedakan stage sesuai genre yang terbagi menjadi tiga. Jarak antara stage utama dengan kedua stage lainnya itu cukup jauh sehingga mengharuskan penonton bolak-balik.

Namun menurut penjelasan dari panitia, sebenarnya pihak panitia sudah menyediakan layanan Shuttle Package yang akan mengantarkan penonton ke venue.

Meski layanan antar-jemput berupa bus itu dapat menguntungkan penonton, tapi Shuttle tersebut pada malam hari sudah tidak efektif karena jalanan yang kecil dan macet karena banyaknya orang menghalangi jalanan.

[Baca Juga: Belajar Cara Mengatur Keuangan Keluarga dari Musik]

Untuk menuju venue butuh waktu kurang lebih 3 jam. 2 jam untuk menunggu Shuttle bus dan 1 jam jalan kaki. Bahkan beberapa penampil seperti Honne turut terjebak dalam kemacetan itu.

Sang vokalis, Andy bahkan keluar dari shuttle untuk melihat keadaan dan mengabadikannya. “This is crazy, man” ucapnya kepada beberapa fans yang menghampirinya.

Pihak panitia pun mengklarifikasi soal jarak tempuh yang tidak sampai 3 km, melainkan maksimal hanya 2 km dan sudah dilengkapi penerangan yang memadai.

Mungkin konsep yang diusung ini hitung-hitung olahraga di malam hari agar badan tidak begitu mengigil saat menonton konser.

Venue Menjadi Salah Satu Faktor Penting

Hal yang paling penting dalam mengadakan sebuah event adalah penentuan tempat atau venue yang akan digunakan. Dengan berbagai pertimbangan, harus memiliki akses yang mudah, sehingga bisa mengurangi kemacetan.

Untuk masalah becek dan lumpur, ini bisa terjadi karena acara diadakan di musim hujan, jadi salah satu risikonya turunnya hujan secara tiba-tiba sehingga diperlukan persiapan bagi para penonton seperti payung, jas hujan, sepatu boot dan perlengkapan memadai lainnya.

Semoga event kedepannya lebih baik lagi dan tetap diminati oleh banyak orang.

Apa tanggapan Anda setelah membaca artikel diatas? Apakah Anda menjadi salah satu orang yang hadir di acara Lalala Festival 2019?

Berikan Tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

Sumber Referensi:

    Admin. 24 Februari 2019. 5 Hal yang Dikeluhkan Penonton Lalala Festival 2019. Kumparan.com – https://goo.gl/8CT7jN

    Dinny Mutiah. 25 Februari 2019. Tanggapi Kekecewaan Penonton Panitia Lalala Festival 2019 Sebut Banyak Saran Tak Dianggap. Liputan6.com – https://goo.gl/piJH9M

    Putra 21 Februari 2019. Penyelenggara Lalala Festival 2019 Akan Lebih Besar Dari yang Sebelumnya. Kompas.com – https://goo.gl/geRq1h

Sumber Gambar:

    Konser Musik Lalala Festival 2019 – https://goo.gl/A6SWY5

    Panggung Lalala Festival 2019 – https://goo.gl/c6F8GL

    Lokasi yang Jauh – https://goo.gl/WTGxF5

    Lalala Festival 2019 Malam Hari – https://goo.gl/9wuZom