Kisah Inspiratif Toyota Kijang, dari Mobil Rakyat sampai Jadi Kendaraan Elektrifikasi

thesilent1.com – Sebuah pencapaian luar biasa selama 45 tahun produksinya. Tidak heran bila model generasi ketujuh Kijang ini dinamakan Zenix, akronim dari Zenith atau titik puncak serta X atau crossover yang menandakan produk terbaru ini adalah sebuah model crossover dan puncak pencapaian.

Dikutip dari kantor berita Antara, kelahiran Kijang berawal dari program pemerintah untuk membuat Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS). Toyota Kijang pertama lahir pada 9 Juni 1977 dengan konsep BUV atau Project Basic Utility Vehicle.

Sejak itulah Toyota Kijang menjadi kendaraan legendaris tidak hanya sebagai kendaraan angkut atau niaga, namun menjadi kendaraan penumpang atau keluarga dengan muatan hingga delapan penumpang. Sampai dikenal tagline “Kijang Tiada Duanya.”

Dari sebuah “kendaraan rakyat” yang murah, Toyota Kijang terus berevolusi dari kendaraan yang tadinya hanya untuk pasar Indonesia, menjadi mobil global. Diekspor ke berbagai negara dengan nama Innova.

Beruntungnya, meski produk global, Innova sebagai bagian evolusi dari Kijang, tetap diproduksi di Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Dalam evolusi lebih dari 45 tahun itu, nama Kijang sempat nyaris hilang, seiring kendaraan Multi-Purpose Vehicle atau MPV medium Toyota itu ke menengah atas. Tampilannya makin kinclong, bak kendaraan mewah, dan dilengkapi fitur-fitur canggih, sehingga Kijang Innova menjelma menjadi kendaraan keluarga kelas menengah atas.

Bahkan, kini dengan teknologi hybrid yang disematkan pada All-New Toyota Kijang Innova Zenix membuat kendaraan keluarga legendaris ini makin memantapkan posisinya sebagai mobil kelas menengah atas. Harga varian tertingginya menembus angka Rp 600 juta per unit.

Kendati terbilang mahal, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy optimis MPV medium itu bakal diminati pasar, terutama para loyalis Kijang Innova.

Kembali membahas produk hybrid Toyota, Oleh sudah sejak lama konsumen MPV Toyota berharap ada kendaraan DNA Indonesia, seperti Avanza dan Kijang Innova, disematkan teknologi hibrid, seiring dengan tren mobil ramah lingkungan.

Tidak jarang ditemui di suatu daerah atau ramai di sosial media ada foto mobil Toyota Avanza, yang di bagian belakangnya memasang emblem “Avanza Hybrid”. Padahal teknologi hybrid belum disematkan pada kendaraan yang dikenal dijuluki “mobil sejuta umat” karena saking banyaknya populasi Avanza sejak diproduksi dan dipasarkan 2004.

Namun, diam-diam Toyota memperhatikan keinginan dan harapan konsumen Indonesia pada kendaraan hybrid. Hal itu setidaknya diungkapkan Direktur Toyota Auto Body Co Ltd Hideki Mizuma yang menjadi Chief Engineer (CE) All-New Kijang Innova Zenix.

Menurutnya, sejak 2017 tim mulai merancang Kijang Innova berbasis teknologi hybrid yang diluncurkan secara global pada 21 November 2022 di Jakarta.

Mizuma-san mengatakan pihaknya melakukan riset ke banyak konsumen berbagai negara di dunia. Utamanya Indonesia dan India, yang menjadi pasar MPV medium terbesar, terkait keinginan dan harapan mereka tentang Innova yang kini memasuki generasi ketujuh itu.

Ia menemukan dua faktor utama yang diinginkan konsumen, yaitu kenyamanan meski ditumpangi delapan orang dalam satu kendaraan. Serta efisiensi bahan bakar mengingat harga minyak dunia yang cenderung meningkat, di samping emisi gas buang rendah yang juga menjadi fokus Toyota dalam berkontribusi mengurangi dampak perubahan iklim yang ekstrem.

Mizuma-san menyebut Kijang Innova Zenix tersebut mampu menghemat BBM hingga 1,5 kali dari generasi sebelumnya untuk varian bensin. Sedangkan dengan teknologi hybrid terbaru Toyota yaitu generasi kelima, konsumsi bahan bakar Kijang Innova Zenix bisa mencapai 1:21. Selain itu emisi gas buangnya pun jauh lebih rendah hanya 106-120 gram per km.