Kapal Kargo Tenggelam di Perairan Jepang-Korsel, 8 Orang Hilang

thesilent1.com – Sebuah kapal kargo tenggelam di perairan antara Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Sedikitnya delapan awak kapal kargo itu dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Seperti dilansir AFP, Rabu (25/1/2023), belasan awak kapal lainnya berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut. Penyebab tenggelamnya kapal kargo itu belum diketahui secara jelas.

“Total 14 orang telah diselamatkan,” ucap juru bicara Penjaga Pantai Jepang, yang enggan disebut namanya, kepada AFP.

“Kami tidak mengetahui kondisi mereka dan kewarganegaraan mereka,” imbuhnya.

Laporan Penjaga Pantai Jepang menyebut kapal kargo bernama Jin Tian dengan bobot 6.651 ton itu terdaftar di Hong Kong, dan membawa anak buah kapal (ABK) yang terdiri atas 14 warga China dan delapan warga Myanmar.

Lebih lanjut disebutkan bahwa enam awak kapal di antaranya diselamatkan oleh Penjaga Pantai Korea Selatan (Korsel), yang membantu operasi penyelamatan.

Sekitar 11 awak kapal yang diselamatkan, sebut Penjaga Pantai Jeju, sejauh ini masih dalam kondisi ‘tidak sadarkan diri’. Para awak kapal yang diselamatkan itu tengah dibawa ke wilayah Nagasaki, Jepang.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga ‘Saat Tanker Minyak Terbakar-Meledak di Galangan Kapal di Thailand’:

Kapal kargo itu mengirimkan sinyal darurat pada Selasa (24/1) malam dari lokasi berjarak sekitar 110 kilometer sebelah barat Kepulauan Danjo, yang terpencil dan tidak berpenghuni, di Jepang bagian ujung barat daya.

Tiga kapal swasta yang sedang berada di area itu kemudian mendekat dan mengevakuasi sejumlah awak kapal yang terjebak.

Sebuah pesawat dan dua kapal Penjaga Pantai Jepang kini berada di lokasi, dengan kapal-kapal tambahan dari Jepang dan Korsel berlayar ke lokasi tersebut.

Kapten kapal kargo itu, sebut Penjaga Pantai Jeju, menggunakan telepon satelit untuk memberitahu pejabat Penjaga Pantai Korsel bahwa dirinya dan para ABK akan meninggalkan kapal yang tenggelam pada Rabu (25/1) pagi waktu setempat. Namun komunikasi dengan para awak kapal itu terputus hingga kini.

Juru bicara pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno, mengonfirmasi bahwa Penjaga Pantai wilayahnya bekerja sama dengan otoritas Korsel dalam misi penyelamatan.