Jasamarga Bali Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

thesilent1.com – Kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sangat diperlukan. Hal ini bertujuan menunjang kendaraan elektrifikasi, agar mereka tetap bisa beroperasi dengan baik dan kontinuitas. Melihat hal itu, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) resmikan SPKLU.

Berada di Pool Ruas PT JBT, ini merupakan hasil kerjasama kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang mengelola Jalan Tol Bali Mandara (Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa), bersama PT PLN (Persero) dan PT Opinteh Djojo Indo. Keberadaannya turut mendukung penerapan teknologi ramah lingkungan, serta konsep Green Toll Road yang dicetuskan oleh Jasa Marga.

Turut hadir dalam peresmian, Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur yang juga menjabat Komisaris Utama PT JBT, General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman Suwarjoni Astawa, serta Komisaris Utama PT Opinteh Djojo Indo Amin Gondo Sabtono.

Walau diakui baru tersedia satu unit, tapi menurut Direktur Utama PT JBT, Enkky Sasono, ke depannya diharapkan dapat terus bertambah di semua area pintu masuk Jalan Tol Bali Mandara. Namun, hal ini perlu dilihat terlebih dahulu bagaimana penetrasi mobil listrik di Bali.

“Ekosistem mobil listrik saat ini, khususnya di Bali, memang belum berkembang secara signifikan. Meski begitu, pembangunan SPKLU merupakan langkah konkret terhadap regulasi terkait, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Kamis (30/01).

Adapun regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan. Perpres itu pun disambut positif Gubernur Bali, melalui penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih; dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Membiasakan sesuatu yang baru, tentu tidak mudah. Tapi perlu kami tegaskan, ini adalah langkah awal dalam mendukung apa yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Sesuai dengan jargon misinya, yakni ”Mengoperasikan Jalan Tol dengan Tetap Menjaga Keasrian Lingkungan dan Budaya Bali”, ke depan PT JBT turut mengembangkan sumber-sumber energi baru. Misalnya energi sel surya atau matahari. Ini ditujukan untuk transportasi ramah lingkungan.

Untuk pengembangannya, PT JBT pun telah melakukan serangkaian riset dan inovasi berkelanjutan. Rencananya, ia bakal diterapkan di sepanjang jalur motor Jalan Tol Bali Mandara. Keuntungan lain dari pengimplementasian perangkat ini, dikatakan akan melindungi pemotor dari terpaan angin. (Hfd/Tom)