Italia Manfaatkan Blockchain Algorand sebagai Jaminan Bank dan Asuransi

thesilent1.com – Algorand, blockchain layer-1 (L1), mendapatkan kepercayaan Italia untuk menjadi blockchain publik yang akan mendukung platform jaminan digital. Salah satu negara Uni Eropa itu akan memanfaatkan infrastruktur anyar ini sebagai jaminan bank dan asuransi.

Bila tidak ada halangan, platform jaminan digital tersebut akan mulai bisa beroperasi pada awal tahun 2023. Hal ini sekaligus menjadi prestasi tersendiri karena untuk pertama kalinya negara anggota Uni Eropa menggunakan teknologi blockchain di sektor Digital Sureties yang akan melayani kebutuhan market perbankan dan asuransi.

Untuk bisa memberi keyakinan lebih bagi banyak pihak, Algorand pada hari Selasa (13/12) kemarin bersama dengan bank sentral Italia dan otoritas asuransi Italia, IVASS, serta lebih dari 30 lembaga keuangan, memberikan ilustrasi bagaimana teknologi distributed ledger (DLT) bisa digunakan sebagai alat dalam mekanisme penjaminan.

/Terkait

Komite Penyelamat Internasional (IRC) Jalankan Percontohan Bansos Bertenaga Blockchain Stellar

Developer Ethereum Targetkan Upgrade Shanghai pada Maret 2023

CEO Telegram Berniat Buat Crypto Wallet & Decentralized Exchange di Blockchain TON

Inilah 3 Proyek DeFi Terpopuler di BNB Chain yang Layak Dipantau

Vitalik Buterin Umumkan Roadmap Terbaru Ethereum, Apa Saja Tambahannya?

Google Cloud Umumkan Kolaborasi dengan Solana, Harga SOL Naik Lebih dari 10%

Agenda tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Teknologi Inovasi dan Keuangan Universitas Katolik Milan (CETIF) yang selama ini dikenal menjadi pendobrak dalam pengembangan platform penjaminan digital terbuka berbasis blockchain bagi pasar perbankan dan asuransi Italia.

Terkait hal ini, founder Algorand, Silvio Micali, mengatakan bahwa lewat teknologi yang digunakan oleh pihaknya, Algorand dapat membantu menyelesaikan masalah kritis yang banyak dihadapi oleh lembaga keuangan dan pemerintah di seluruh dunia.

“Selain itu, lewat blockchain juga, peluang dan inklusi bagi komunitas bisa tercipta di mana pun,” terang Silvio Micali.

Pemanfaatan Blockchain sebagai Bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional di Eropa

Untuk dipahami, pemanfaatan teknologi blockchain oleh Uni Eropa merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional atau yang dikenal dengan National Recovery and Resilience Plan (NRPP).

Dalam hal ini, Uni Eropa akan menggelontorkan dana hibah dan pinjaman bersama untuk mempercepat pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah. Italia merupakan salah satu negara yang mendapatkan fasilitas tersebut dan sudah menerima alokasi dana sekitar 200 miliar euro.

Dipilihnya blockchain dalam sistem keuangan tradisional (TradFi) bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, teknologi ini diklaim mampu menyediakan transaksi data secara cepat, efisien dan, murah. Hal yang terpenting, lewat teknologi blockchain, data dapat diskalakan dan sekaligus membantu melindungi dari ancaman terbesar yang dihadapi sektor penjaminan bank dan asuransi yaitu penipuan.

Profesor CETIF, Federico Rajola, menambahkan bahwa dipilihnya Algorand adalah karena jaringan tersebut terkenal akan inovasi dan keamanannya yang diklaim lebih baik dibandingkan dengan DLT lain.

Adapun program ini tidak hanya dimaksudkan untuk membantu Italia keluar dari permasalahan ekonomi akibat pandemi Covid-19, melainkan juga untuk menjadikan Italia sebagai negara yang unggul dalam inovasi.

“Proyek ekosistem kami dimaksudkan untuk membantu menghasilkan platform strategis yang secara dramatis bisa berkontribusi pada kepentingan semua orang,” ungkap Federico Rajola.

Manajemen Risiko Melalui Blockchain

Peluang pemanfaatan blockchain dalam sistem manajemen risiko perusahaan TradFi sudah ditangkap oleh banyak pihak. RiskStream Collaborative sudah melihatnya sejak tahun lalu. Sebagai informasi, konsorsium perusahaan blockchain di industri asuransi itu melakukan uji coba pemanfaatan DLT untuk kasus penggunaan surat kuasa.

Vice President RiskStream Collaborative, Patrick Schmid, mengatakan bahwa industri surety dikenal dengan verifikasi dan pertukaran data beberapa pihak, mulai dari prinsipal, penerima kewajiban (obligee), dan penjamin. Teknologi blockchain dinilai menawarkan solusi potensial untuk mengatasi masalah dalam alur kerja multi-pihak.

“Penggunaan surat kuasa adalah titik awal yang logis dan kami bersemangat untuk memajukannya. Nantinya, penggunaan teknologi tersebut bisa lebih banyak lagi digunakan di hilir, seperti untuk tanda tangan Obligasi dan verifikasi,” jelas Patrick Schmid.

Bagaimana pendapat Anda tentang kerja sama Italia dengan Algorand ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!