Inilah 6 Rumah Adat Kepulauan Riau yang Sangat Ikonik

thesilent1.com – Indonesia kaya akan budaya dari suku yang beragam hingga bahasa, pakaian adat, dan rumah adat masing-masing suku dan daerah. Salah satu daerah Indonesia yang memiliki kekayaan ini Provinsi Kepulauan Riau.

Pada artikel ini, Keluyuran akan membahas rumah adat Kepulauan Riau dari segi karakteristik, nama-nama rumahnya, hingga filosofi rumah adat dan bahan dasar pembuatnya. Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Karakteristik Umum Rumah Adat Kepulauan Riau

Rumah adat Kepulauan Riau utamanya dinamai dengan Rumah Belah Bubung. Nama lain dari rumah ini adalah rumah rabung atau rumah bubung melayu. Sepintas, rumah adat Kepulauan Riau ini mirip dengan rumah adat pada beberapa provinsi di Indonesia. Terutama karena bentuk atap dan rumah yang berbentuk panggung.

Belah Bubung memiliki bentuk panggung dengan atap (bubung, bahasa Melayu) seperti terbelah dua. Selain Belah Bubung, ada pula beberapa rumah adat Kepulauan Riau lainnya yang dinamai berdasarkan bentuk atapnya, seperti rumah Lipat Pandan yang beratap curam, atau rumah Lipat Kajang yang berbentuk seperti perahu.

Pemilihan warna serta pembagian denah rumah dan desain arsitektur rumah Belah Bubung serta rumah-rumah lainnya dipengaruhi oleh kondisi alam serta adat istiadat masyarakatnya. Bentuknya yang panggung, bentuk atap, pemilihan warna merah dan kuning, serta motif hiasannya mewakili kepercayaan masyarakat terkait dengan kehidupan manusia.

Nama-Nama Rumah Adat Kepulauan Riau

Seperti penjelasan sebelumnya, rumah adat Kepulauan Riau dibedakan dari jenis atapnya. Selain Belah Bumbung, Lipat Pandan dan Lipat Kajang, masih ada beberapa rumah adat Kepulauan Riau lainnya. Pada bagian ini akan dijelaskan nama-nama rumah adatnya beserta penjelasannya.

Rumah Adat Belah Bubung

Belah Bubung merupakan ikon khas Kepulauan Riau, dengan atap (bubung) terbelah dua dan menyerupai pelana kuda. Belah Bubung terdiri dari ruang selasar untuk menerima tamu, ruang induk sebagai tempat berkumpulnya anggota keluarga, ruang penghubung, dan ruang dapur.

Rumah Adat Lipat Kajang

Ciri khas Lipat Kajang terdapat pada bentuk atapnya yang melengkung ke atas dan curam seperti perahu. Lipat Kajang juga berupa rumah panggung, namun pada bagian bawah rumah tiang langsung menempel ke tanah dan tidak terdapat celah yang terlihat seperti pada rumah panggung lain. Di setiap celah tiang rumah, ditutupi kaca maupun gorden dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang.

Rumah Adat Lipat Pandan

Selain Lipat Kajang, rumah adat Kepulauan Riau lainnya yang memiliki nama lipat adalah Lipat Pandan. Seperti namanya, atapnya berbentuk seperti pandan yang berfungsi mengalirkan air lebih lancar saat terjadi hujan deras bahkan badai sekalipun.

Rumah Adat Atap Lontik

Rumah adat yang satu ini tidak kalah terkenal dengan Belah Bubung. Rumah adat Atap Lontik memiliki atap yang mirip dengan perahu dan juga mirip sekali dengan rumah adat Sumatera Barat. Atap Lontik memiliki atap yang agak mirip dengan rumah Gadang khas Minangkabau. Bedanya, rumah Gadang seperti perahu bertumpuk, sedangkan Atap Lontik tidak.

Rumah Adat Atap Limas Potong

Namanya yang unik ini merupakan gambaran dari bentuk atapnya yang mirip dengan limas atau piramida terpotong. Rumah Limas Potong memiliki beberapa ruang dengan fungsi tersendiri seperti teras, ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang (dapur).

Struktur Khas Bangunan Rumah Adat Kepulauan Riau

Pada rumah adat Kepulauan Riau, terdapat beberapa struktur bangunan yang khas dengan nilai dan makna tersendiri. Apa saja? Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Bentuk Atap

Bentuk atap rumah adat Kepulauan Riau mirip dengan atap pada rumah adat Gadang khas Sumatera Barat hingga rumah adat Bubungan Tinggi khas Kalimantan Selatan. Bentuknya yang curam pada bagian atas dan kemudian melandai di bawah atau bentuk curam yang melengkung hingga ke atas merupakan adaptasi masyarakat terhadap curah hujan tinggi di kawasan hutan hujan tropis.

2. Struktur Dinding

Beberapa rumah adat Kepulauan Riau memiliki struktur dinding yang unik, yaitu pada bagian dalamnya dinding dibuat dengan posisi miring 20-30 derajat.

Dinding pada rumah adat Kepulauan Riau dibuat miring karena biasanya rumah dibangun di tepi sungai atau tepi laut yang berangin kencang. Desain dinding ini terinspirasi dari bentuk perahu yang juga melengkung, dan juga banyak menginspirasi bentuk atap rumah adat Kepulauan Riau.

3. Lantai Kayu dan Penguat Lantai

Kayu yang digunakan untuk lantai berbeda-beda pada setiap bagian rumah. Misalnya, lantai pada loteng dibuat dari kayu merbau, lantai dasar terbuat dari kayu nibung, dan ventilasi terbuat dari kayu sungkai.

Selain jenis kayu yang berbeda, ketinggian lantai juga disesuaikan dengan ketinggian rumah. Agar lantai rumah kokoh, biasanya juga digunakan bendul atau penguat lantai di ujung lantai.

4. Jumlah Anak Tangga yang Ganjil

Biasanya, jumlah anak tangga pada rumah adat kepulauan Riau ini berjumlah ganjil. Dari banyaknya jumlah angka ganjil, angka yang biasa digunakan adalah angka 5, mewakili ajaran agama Islam yang dipegang erat oleh mayoritas masyarakat suku Riau dan Melayu.

Sejarah dan Filosofi Rumah Bubung, Rumah Adat Kepulauan Riau

Konon, asal-usul penamaan rumah Belah Bubung berasal dari orang-orang asing yang melintas atau singgah di Kepulauan Riau seperti orang Cina dan Belanda.