Ingin Lakukan Implan Payudara? Pahami Risikonya

thesilent1.com – Implan payudara seringkali digunakan dalam metode kecantikan seperti memperbesar ukuran atau memperindah bentuk payudara.

Operasi implan payudara biasanya dilakukan dengan bius total dan memakan waktu antara 60 dan 90 menit.

Prosedur implan dimulai dari pemotongan kulit bahian bawah payudara, membedah kanting bawah payiudara, dan memposisikan implan.

Setelah itu, dokter akan menjahit potongan itu kembali dan membalut bekas jahitan dengan perban.

Selain harganya mahal, prosedur ini bisa menimbulkan risiko. Karena itu, jangan sembarangan melakukan implan payudara.

Risiko implan payudara

Setelah operasi penanaman implan, umumnya diperlukan waktu pemulihan untuk menyembuhkan luka dan penyesuaian diri bagi tubuh.

Efek samping dari oeprasi implan payudara bisa berupa:

  • nyeri sementara
  • bengkak dan memar
  • perasaan sesak di dada.

Rasa sesak tersebut bisa terjadi selama beberapa minggu setelah operasi.

Operasi implan payudara memang membawa risiko. Ada kalanya tidak berjalan sesuai rencana atau memicu komplikasi.

Komplikasi yang terjadi bisa berupa:

  • muncul jaringan parut yang tebal
  • pengerasan jaringan payudara, karena jaringan parut yang menyusut di sekitar implan
  • kebocoran implan yang dapat menyebabkan gumpalan kecil yang disebut granuloma silikon terbentuk.

Selain itu, implan payudara juga bisa memicu infeksi dan terhambatnya produksi ASI.

Tak jarang, implan payudara juga bisa memicu kerusakan saraf pada puting.

Kerusakan saraf dapat membuat puting seseorang terasa lebih sensitif, kurang sensitif, atau kehilangan kepekaan total.

Kanker sel sistem kekebalan yang disebut limfoma sel besar anaplastik atau ALCL juga bisa terjadi karena implan payudara.

Menurut laporan Medical News, jenis kanker ini sangat jarang tetapi telah ditemukan pada sejumlah kecil wanita yang menjalani operasi implan payudara.

Biasanya, kanker tersebut ditemukan beberapa tahun setelah implan dipasang.