Inflasi Zona Euro Semakin Mencekik, Capai 9,1% pada Agustus 2022

thesilent1.com – — Inflasi zona euro, yang melingkupi 19 negara, naik selama sembilan bulan berturut-turut. Pada Agustus ini, angkanya mencapai 9,1% atau naik dari 8,9% dari Juli lalu.

Kenaikan inflasi ini terjadi di tengah krisis energi dan gas besar-besaran yang dialami Uni Eropa (EU) imbas dari konflik Rusia-Ukraina. Harga bahan pokok dan listrik ikut melonjak di seluruh wilayah itu.

Bulan lalu, harga energi tercatat sudah naik 38,3% dalam setahun. Sementara harga bahan pokok, alkohol, dan tembakau naik 10% dalam periode yang sama.

Dua negara zona euro, Estonia dan Belanda, mencatat lonjakan inflasi yang lebih besar, yakni 2% dari Juli lalu.

“Eropa menghadapi tantangan bersejarah. Inflasi mengikis keamanan perekonomi rumah tangga berpenghasilan menengah dan rendah,” ujar pendiri German Blockchain Association, Florian Glatz kepada Cointelegraph.

Menurutnya, industri kripto hadir untuk menjadi pengingat pemerintah global bahwa sistem moneter dan ekonomi saat ini tidak bisa terus bertahan melawan segala tantangan yang ada.

Anggota EU Crypto Initative ini mengatakan, kripto sering kali dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ia menegaskan, agar fungsi itu berhasil, komunitas kripto harus mendorong adopsi massal dan implementasi yang tepat.

Glatz menuturkan, Uni Eropa perlu memperkuat ekonomi digital untuk memberikan nilai lebih bagi masa depan keuangan rakyatnya.

“Kami membutuhkan kebijakan baru bagi rakyat Uni Eropa terkait inklusi keuangan, peluang di pasar digital, dan Web3 sebagai bentuk revolusi figital yang telah lama ditunggu-tunggu di Eropa,” ujarnya.