Hippindo Gandeng WIR Group untuk Masuk Metaverse

thesilent1.com – Asosiasi Penyewa Mal, atau yang dikenal dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), akan menjadi pendatang baru dalam dunia metaverse di Indonesia. Wadah bagi para peritel Indonesia itu baru saja menjalin kerjasama dengan perusahaan augmented reality dan virtual reality WIR Group.

JIka tidak ada aral melintang, kolaborasi keduanya akan meluncurkan dunia virtual di Agustus mendatang, bertepatan dengan Hari Belanja Diskon Indonesia.

Masuknya Hippindo memperlihatkan bahwa potensi pengembangan metaverse di Indonesia sudah semakin tinggi. Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengatakan metaverse mampu memperkaya ekosistem berbasis ritel untuk bisa tumbuh secara dinamis.

Pemanfaatan teknologi virtual diprediksi mampu membuka potensi pengembangan layanan dan manfaat yang lebih luas bagi seluruh anggota Hippindo yang ada di seluruh Indonesia, ataupun yang berencana melakukan ekspansi ke luar negeri. Terlebih lagi, merek-merek yang masuk menjadi anggota Hippindo adalah merek kenamaan; seperti Hero, Ace, Informa, BreadTalk, dan ratusan merek lainnya.

“Platform metaverse yang dikembangkan oleh WIR Group diharapkan dapat menghadirkan layanan terintegrasi yang unik dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota dan mitra Hippindo,” katanya dalam keterangan pers.

Ratusan Merek Anggota Hippindo Siap Gabung di Metaverse

Saat ini, ada lebih dari 320 perusahaan, 800 merek, dan 80 ribu gerai yang tergabung dalam Hippindo. Hal itu bakal menjadi captive market bagi pengembangan metaverse di Indonesia melalui WIR Group. Artinya, pelaku usaha ritel dan penyewa yang memiliki gerai atau menyewa di pusat belanja, bandara, stasiun, pelabuhan, ruko, maupun area komersil lainnya di seluruh Indonesia, atau yang berekspansi ke luar negeri, juga bisa ikut masuk ke metaverse.

Budiharjo menambahkan, dengan hadirnya metaverse, diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan daya saing di era digital global.

Chief Marketing Officer WIR Group, Gupta Sitorus, mengungkapkan kolaborasi dengan Hippindo membuktikan bahwa negeri ini mampu menciptakan peluang dan siap bersaing di tingkat global dalam hal teknologi canggih.

Sepak terjang WIR Group di dunia metaverse pun sudah cukup matang. Perusahaan mulai mengembangkan teknologi yang menggabungkan AR dan VR itu sejak 2009 silam.

“Perusahaan optimistis dapat mendukung Hippindo menghadirkan keunggulan kompetitif. Hal itu sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat proses tranformasi digital,” ungkapnya.

Investasi Jumbo di Metaverse, Tembus US$120 Miliar

Data McKinsey menyebutkan, perkembangan dunia metaverse sudah berjalan begitu masif. Di 5 bulan pertama tahun 2022, total investasi untuk membangun infrastruktur dan teknologi metaverse sudah mencapai US$120 miliar. Jumlah itu jauh lebih besar dari nilai investasi unuk membangun metaverse di sepanjang tahun 2021 lalu, yang mencapai US$57 miliar.

Senior Partner McKinsey, Lareina Yee, mengatakan 95% para eksekutif perusahaan percaya bahwa hadirnya metaverse akan berdampak positif terhadap industri. Bahkan, banyak juga diantara para eksekutif yang optimistis bahwa pendapatan perusahaan bakal terdongkrak 15% dalam 5 tahun ke depan lewat metaverse. Diproyeksikan, nilai ekonomi metaverse di 2030 akan menghasilkan dampak hingga US$5 triliun. Jumlah itu setara dengan perekonomian Jepang, yang notabene merupakan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

World Economic Forum menyebutkan pula bahwa lebih dari setengah masyarakat yang masuk dalam kategori dewasa sudah familiar dengan metaverse. Hasil riset yang dilakukan pada 29 negara itu juga mengungkapkan bahwa 3 negara dengan skor tertinggi, yang mana masyarakatnya sudah familier dengan metaverse, berada di Turki (86%), India (80%) dan Cina (73%).

Ada banyak harapan dengan hadirnya metaverse. Pasalnya, ternyata 66% orang mengharapkan perubahan dalam proses belajar lewat virtual learning, lalu 60% mengharapkan transformasi gim di metaverse, dan 48% berharap dapat merasakan virtual travel di metaverse.