HashKey Capital Luncurkan Dana Investasi Rp7 Triliun untuk Pengembangan Blockchain

thesilent1.com – HashKey Capital, salah satu investor awal Ethereum dan Devcon2, berhasil menggalang pendanaan untuk pengembangan sektor blockchain dan kripto. Perusahaan baru saja menutup dana investasi yang dinamakan “HashKey Capital Investment Fund III”, dengan komitmen sebesar US$500 juta atau lebih dari Rp7 triliun. Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa kepercayaan pasar akan sektor kripto masih sangat tinggi, meskipun saat ini keadaannya terlihat sekarat.

Tanpa menyebutkan detail investor yang ikut berpartisipasi dalam galangan dana tersebut, HashKey mengungkapkan bahwa dukungan dari beberapa investor institusi, termasuk sovereign wealth fund, perusahaan swasta, dan family office; sangatlah kuat.

Chief Executive Officer (CEO) HashKey Capital sekaligus Head of HashKey Singapura, Deng Chao, mengungkapkan dana investasi tersebut akan dikerahkan untuk mendorong inisiatif blockchain dan kripto secara global. Secara khusus, perusahaan bakal menitikberatkan investasinya dalam menangkap peluang yang ada di pasar negara berkembang.

Hal itu bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, International Finance Corporation (IFC) mengungkapkan bahwa wilayah negara berkembang memiliki kesiapan yang lebih baik untuk mengadopsi teknologi blockchain.

“Besarnya populasi masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan dan juga penetrasi bank yang lebih rendah menjadikan kehadiran blockchain penting untuk mengurangi berbagai risiko yang ada pada lembaga keuangan,” jelasnya.

Chao menambahkan, peluncuran dana investasi HashKey Fund III ini akan memberikan paparan tingkat institusional pada investor terhadap semua aspek yang berkaitan dengan teknologi blockchain dan kripto.

Dengan rekam jejak yang mumpuni dalam pengembangan sektor teknologi anyar tersebut, membuat HashKey berhasil mengelola lebih dari US$1 miliar aset klien sejak pertama kali berdiri di 2018. Beberapa proyek dan perusahaan yang mendapatkan aliran dana investasi perusahaan adalah Cosmos, Coinlist, Aztec, Blockdaemon, Polkadot, FalconX, dydX dan masih banyak lagi.

“Dana investasi baru ini akan berfokus pada infrastruuktur, tools, dan aplikasi yang berpotensi diadopsi secara massal oleh publik,” tambah Chao.

Blockchain Bukan Hanya untuk Sektor Keuangan

Pemanfaatan blockchain secara luas dapat dimanfaatkan di berbagai sektor. IFC mencatat, secara potensial, teknologi tersebut bisa juga digunakan di luar sektor keuangan yang memiliki manfaat untuk rantai nilai global. Mulai dari sektor pertanian hingga farmasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lewat blockchain. Selain itu, terungkap pula bahwa teknologi tersebut bisa membantu mengakselerasi penerapan sumber energi bersih dengan lebih terjangkau, andal, dan tangguh di negara berkembang.

Namun, harus dipahami, kehadiran blockchain juga memiliki masalah hukum yang unik. Umumnya yang berkaitan dengan kontrol, akuntabilita dan juga privasi. Namun IFC percaya bahwa hal tersebut merupakan tantangan yang bisa diidentifikasi dan diatas pada lompatan inovatif.

Perusahaan modal ventura Alter Global turut mengungkapkan hal yang sama. Perseroan menganggap bahwa kripto mampu menawarkan akses global kepada individu ataupun entitas yang tidak saling mengenal sekalipun. Hal itu menjadi mungkin lantaran sifat dari blockchain sendiri yang mampu menghubungkan siapa pun untuk bertransaksi tanpa kehadiran pihak ketiga.

Tidak Hanya HashKey, Deal Box Juga Luncurkan Dana Investasi Web3 Rp1,88 Triliun

Tekanan yang melanda pasar kripto di tahun lalu ternyata tidak membuat para investor mundur barang sejengkal. Selain HashKey Capital, perusahaan investasi berbasis kripto Deal Box juga merilis dana investasi yang ditujukan untuk pengembangan sektor Web3. Perusahaan merilis dana investasi lewat Deal Box Ventures dengan komitmen sebesar US$125 juta atau sekitar Rp1,88 triliun.

Dana tersebut akan difokuskan pada perusahaan rintisan yang memanfaatkan fondasi Web3 untuk 5 area inti, yaitu produk baru yang tengah bertumbuh, real estat, fintech, funtech, dan bisnis yang memiliki dampak sosial.

Founder sekaligus Ketua Deal Box, Thomas Carter, menuturkan perusahaan menciptakan Deal Box untuk memberikan akses pada institusi dan juga pengusaha ke pasar modal.

“Deal Box Ventures merupakan tonggak penting untuk berinvestasi pada perusahaan rintisan blockchain untuk mendisrupsi dan menyederhanakan model pembiayaan tradisional,” ungkapnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang dana investasi triliunan rupiah dari HashKey Capital untuk sektor blockchain ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.