Harga Bitcoin Landai, Core Scientific Rugi US$1,33 Miliar

thesilent1.com – Core Scientific, sebuah perusahaan hosting dan mining Bitcoin (BTC), mengalami tekanan yang cukup berat dalam kinerja keuangannya. Sampai tengah tahun kemarin, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar US$1,33 miliar.

Padahal, di periode yang sama tahun lalu perusahaan yang berbasis di Texas, Amerika Serikat (AS) itu masih sanggup menorehkan angka hijau dalam laporan keuangannya dengan membukukan keuntungan bersih sebesar US$3,4 juta. Ambruknya harga Bitcoin menjadi salah satu penyebab merahnya rapor keuangan perusahaan di Juni tahun ini.

Manajemen Core Scientific mengakui terdapat penurunan nilai aset digital sebesar US$204,2 juta dari periode yang sama tahun lalu. Tekanan berat dalam kinerja keuangan perusahaan lebih terasa di kuartal dua tahun ini.

Pasalnya, untuk periode 3 bulan kebelakang yang berakhir di bulan Juni, kerugian perusahaan sudah mencapai US$861,7 juta. Nilai itu mencapai 64,78% dari total kerugian Core Scientific sepanjang 6 bulan.

“Harga rata-rata Bitcoin turun 30%, dari US$46.498 menjadi US$32.502 selama kuartal dua,”ungkap keterangan resmi perusahaan.

Nilai Goodwill Jadi Pemicu Kerugian Core Scientific

Jika kita lihat lebih dalam, besarnya nilai goodwill yang mencapai US$840 juta rupanya menjadi pemicu besarnya nilai kerugian perusahaan. Dalam dunia keuangan, istilah goodwill sendiri merujuk pada aktivitas anorganik perusahaan, seperti akuisisi, misalnya.

Alhasil, meskipun pendapatan perusahaan naik cukup signifikan tetap tidak bisa membuat kinerja keuangan Core Scientific anteng di zona hijau. Dalam 6 bulan pertama di tahun ini, total pendapatan perusahaan meningkat 175% menjadi US$356,5 juta dari periode yang sama tahun lalu, yakni US$226,9 juta.

Dari aktivitas pertambangan aset digital, Core Scientific berhasil mendulang pendapatan sebesar US$242,8 juta, lebih besar US$222,4 juta dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$20,4 juta.

Naiknya tingkat hash penambangan perusahaan menjadi katalis positif dalam raihan tersebut. Tercatat, jumlah total Bitcoin yang mereka produksi mencapai 6.567, naik dari posisi sebelumnya yang hanya sebanyak 386 Bitcoin.

Sementara, untuk aktivitas penambangan yang terjadi di kuartal dua tahun ini, perusahaan sukses memproduksi Bitcoin sebanyak 3.365 BTC, dengan 1.959 BTC dialokasikan untuk ditahan.

Melesatnya segmen pendapatan hosting juga berkontribusi besar terhadap capaian total pendapatan perusahaan. Tercatat, dari pendapatan hosting saja, Core Scientific sukses meraup angka sebesar US$72,2 juta atau meningkat 131% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$31,3 juta.

Pacu Hashrate di Kuartal 3

Sepanjang kuartal dua, tingkat hashrate atau kecepatan memecahkan algoritma untuk mendapatkan Bitcoin meningkat menjadi 17,9 EH/s dari kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 10,3 EH/s.

Chief Executive Officer (CEO) Core Scientific, Mike Levitt, mengatakan perusahaan mengelola lebih dari 200.000 server yang menghasilkan lebih dari 20 EH/s. Total areal penambangan perusahaan mencapai 80 ribu kaki persegi yang dikembangkan di lima negara bagian.

“Pada bulan Juli, perusahaan menggunakan 14.000 server dan meningkat menjadi 17.000 server di Agustus. Bulan ini, produksi rata-rata Bitcoin perhari mencapai 40 BTC,” katanya.

Dengan kemampuan tersebut, perusahaan sukses mencapai rekor produksi harian di 10 Agustus kemarin dengan tingkat produksi sebanyak 45,7 BTC.

Masuknya Investor Jumbo ke Kripto Berpotensi Dongkrak Harga BTC

Meskipun harga Bitcoin masih tertatih, namun sinyal yang diberikan oleh pasar terlihat positif. Beberapa analis mengungkapkan bahwa dengan masuknya Blackrock ke industri kripto membawa angin segar bagi industri.

Lewat kerja sama yang sudah dibangun antara Blackrock dan Coinbase, konon, bakal melambungkan harga BTC hingga US$773.000. Hal itu tentu saja membuat perusahaan penambangan seperti Core Scientific dan lainnya bak “kejatuhan durian runtuh”. Pasalnya, selama ini pendapatan perusahaan banyak mengandalkan dari naiknya harga aset kripto tertua di pasar itu.

“Dalam jangka pendek, harga Bitcoin mampu mencapai US$98.000. Jika Blackrock menempatkan 0,5% asetnya di Bitcon, maka kapitalisasi pasar BTC bakal terdongkrak US$1,05 triliun,” ungkap analis InvestAnswers.