Gelombang PHK Crypto Exchange Terus Berlanjut, Kini Giliran Bybit Pangkas Jumlah Karyawan

thesilent1.com – Bybit, salah satu crypto futures exchange terbesar di dunia, bergabung dengan sejumlah perusahaan kripto dalam memangkas jumlah karyawannya untuk mengatasi penurunan yang sedang berlangsung di market cryptocurrency.

Jurnalis kripto Colin Wu yang memiliki akun Twitter WuBlockchain melaporkan bahwa Bybit pada hari Senin (20/6) mengeluarkan surat internal tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawan yang terdampak.

Atas hal ini, mereka yang terkena dampak konon akan diberikan paket pesangon dan akses ke dukungan karir dalam masa transisi pekerjaan. Pihak Bybit menolak untuk mengomentari berapa banyak jumlah karyawan yang akan dilepas, maupun jumlah karyawan yang saat ini telah dipekerjakan. Berdasarkan pantauan di LinkedIn, Bybit memiliki sekitar 663 karyawan.

Menurut sumber WuBlockchain, proporsi PHK diharapkan menjadi 20% hingga 30%, dengan beberapa PHK parsial setinggi 50%. Bybit disebut telah berkembang dari ratusan karyawan menjadi lebih dari 2.000 karyawan dalam 2 tahun.

CEO Bybit: Efisiensi Masih Jadi Masalah Terbesar bagi Kami

Berdasarkan email yang dikirimkan CEO Ben Zhou kepada para staf, Bybit disebut telah mempekerjakan beberapa ratus orang pada awal tahun 2020 dan telah berkembang sebesar 300% sejak saat itu.

“Ukuran organisasi kami telah tumbuh secara eksponensial, tetapi pertumbuhan bisnis kami secara keseluruhan tidak tumbuh dengan cara yang sama,” jelas Ben Zhou dalam pernyataan tersebut.

Lanjutan dari isi email itu berbunyi, “Selama tinjuaan karyawan terakhir, efisiensi internal masih menjadi masalah terbesar yang dimiliki Bybit sekarang. Ini berarti, efisiensi operasional kami semakin buruk meskipun ukuran kami terus bertambah. Terbukti bahwa kami belum memanfaatkan sumber daya kami yang tumbuh cepat dengan benar.”

Tetap Berkomitken dalam Proyek Web3 Strategis

Juru bicara perusahaan mengatakan kepada The Block bahwa fundamental Bybit tetap kuat dengan lebih dari 6 juta pengguna di lebih dari 160 negara. Adapun Bybit didirikan pada 2018 di Singapura dan dengan cepat menjadi salah satu yang populer di dunia kripto.

“Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam proyek dan akuisisi web3 strategis, serta mensponsori organisasi nirlaba saat kami merampingkan rencana ekspansi kami berdasarkan prioritas bisnis kami,” tambah pihak dari Bybit.

Menurut riset The Block, Bybit menjadi crypto exchange terbesar kedua dalam perdagangan berjangka, di bawah Binance dan di atas OKX.

Sementara itu merujuk pada catatan CoinMarketCap, Bybit berada di urutan keempat dalam daftar top cryptocurrency derivatives exchanges dengan volume perdagangan mencapai US$13,5 miliar dalam 24 jam terakhir.

Gelombang PHK dari Para Crypto Exchange

Dengan kabar ini, Bybit menjadi pemain crypto exchange terbaru yang mengumumkan PHK. Dalam beberapa minggu terakhir, Gemini, Crypto.com, hingga Coinbase, telah memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan mereka. The Block memperkirakan minimal ada 1.500 orang yang kehilangan pekerjaan di dunia kripto dalam 2 bulan terakhir.

Gemini yang dipimpin oleh saudara kembar Cameron dan Tyler Winklevoss, pada 2 Juni 2022 mengumumkan bahwa mereka harus memangkas sekitar 10% dari total karyawan yang ada.

Tidak pasti berapa banyak jumlah karyawan yang terdampak langsung atas keputusan ini, tetapi menurut catatan LinkedIn terdapat sekitar 1.000 orang yang bekerja untuk Gemini. Artinya, bisa saja ada kurang lebih 100 orang yang kehilangan pekerjaan mereka.

Sementara itu pada 11 Juni 2022, Crypto.com mengumumkan bahwa mereka memotong 260 karyawan atau 5% dari total jumlah pegawai yang ada. Keputusan itu dibuat dengan alasan kondisi market yang sulit.

Hingga yang masih segar, Coinbase pada 15 Juni 2022 melempar kabar mengejutkan dengan memangkas sekitar 1.100 karyawan sebagai bagian dari rencana restrukturisasi besar. Perusahaan yang dipimpin Brian Armstrong ini memiliki sekitar 5.000 karyawan penuh waktu. Artinya, ada 18% dari total keseluruhan tenaga kerja yang diberhentikan.