FTX akan Lelang FTX Jepang hingga LedgerX untuk Lunasi Hutang

thesilent1.com – Bursa kripto FTX ingin menjual beberapa anak perusahaan miliknya untuk melunasi kewajiban kreditur lebih dari $10 miliar (Rp156 triliun).

Pengacara yang mewakili FTX meminta izin kepada hakim kebangkrutan federal untuk menjual sebagian bisnis FTX di awal tahun depa. Anak perusahaan FTX yang akan dijual masih memiliki nilai.

“Semakin lama operasi ditangguhkan, semakin besar risiko terhadap nilai aset dan risiko pencabutan izin secara permanen,”

Adapun perusahaan yang ingin dilelang, yaitu LedgerX, Embed Business, FTX Jepang, dan FTX Eropa. Para debitur percaya dengan adanya sejumlah entitas yang memiliki neraca keuangan ini dapat membantu pelunasan hutang FTX.

Sebagian besar entitas yang akan dijual adalah perusahaan yang diakuisisi oleh FTX. Mereka beroperasi secara independen dari induk globalnya. Dengan demikian, aset dan dana mereka tetap terpisah dari FTX, tidak seperti beberapa anak perusahaan lainnya, bersumber dari Coindesk.

Selain itu, dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Kepailitan Delaware, pengacara FTX mengatakan bahwa manajemen perusahaan memiliki prioritas untuk mengeksplorasi penjualan atau menemukan transaksi strategis lainnya bagi anak perusahaan tertentu.

“Berdasarkan tinjauan awal mereka, debitur dapat mengambil dan mengendalikan sejumlah anak perusahaan dan aset yang diatur, dilisensikan atau sebagian besar tidak diintegrasikan ke dalam operasi debitur, di dalam dan di luar Amerika Serikat,” kata pengajuan tersebut.

Terdapat Puluhan Tawaran untuk Pelelangan FTX

Berdasarkan laporan Cointelegraph, pelelangan pertama akan dimulai pada 21 Februari 2023, dengan tiga lainnya terjadi pada bulan berikutnya.

Lebih dari 110 pihak dikatakan tertarik untuk membeli satu atau lebih dari 134 perusahaan yang termasuk dalam proses kebangkrutan. FTX telah menandatangani 26 perjanjian kerahasiaan dengan rekanan yang tertarik dengan bisnis atau aset FTX.