Eksekutif Bank Sentral AS hingga Eropa Dorong Adanya Regulasi bagi DeFi

thesilent1.com – Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Ketua Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS), Direktur Pelaksana Otoritas Moneter Singapura (MAS), dan Manajer Umum Bank for International Settlements (BIS), berbagi pemikiran mereka tentang industri kripto termasuk sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan menyetujui bahwa regulasi yang lebih luas diperlukan.

Pandangan-pandangan yang berpotensi dapat menjadi kerangka bagi peraturan kripto di masa akan datang ini terungkap ketika mereka menghadiri panel diskusi yang diselenggarakan oleh bank sentral Prancis (BDF) pada hari Selasa (27/9).

DeFi Miliki Masalah Struktural & Kelemahan Intrinsik

Menurut Manajer Umum BIS, Agustín Carstens, salah satu masalah besar DeFi dalam bentuknya saat ini adalah pada dasarnya tentang transaksi ‘referensi mandiri’ yang tidak terkait dengan transaksi kehidupan nyata.

“Aplikasi DeFi memfasilitasi aktivitas pinjam-meminjam dan perdagangan, tetapi perantara juga menghadapi risiko tradisional seperti likuiditas, risiko dari counterparty, hingga risiko leverage. [Sementara itu], DeFi tidak memiliki infrastruktur untuk menanganinya,” jelas Agustín Carstens.

Menurutnya, apa yang pada dasarnya diandalkan oleh aplikasi DeFi adalah pengaturan yang dijaminkan, dan itulah sebabnya stablecoin adalah ‘pelumas bagi roda perputaran DeFi’.

Namun, bagi Manajer Umum BIS itu, jaminan sering kali tidak efektif. Selain itu, tata kelola banyak transaksi DeFi tidak ditetapkan dengan baik, serta sebagian besar bergantung pada crypto exchange yang melakukan terlalu banyak hal pada saat yang sama—tanpa pemisahan aktivitas yang tepat, akuntabilitas, dan tata kelola yang sesuai.

Semua ini membuat Agustín Carstens percaya bahwa DeFi memiliki masalah struktural dan kelemahan intrinsik. Sehingga, menurutnya, “Tidak mengherankan bahwa kita telah melihat beberapa masalah stabilitas di sektor ini, sesuatu yang paling mengkhawatirkan bagi saya.”

Regulator Perlu Berada dalam Permainan

Kemudian, Christine Lagarde menggambarkan kripto sebagai ‘fenomena misterius’ yang berubah dari semacam hype budaya yang didorong oleh libertarian dan dipromosikan oleh Satoshi Nakamoto menjadi alat yang sekarang diterima oleh PayPal, Visa, dan Mastercard.

Presiden bank sentral Eropa itu juga menyebutkan bahwa ekosistem Terra yang mengalami kehancuran spektakuler mendorong perlu adanya regulasi untuk industri ini.

“Jika kita tidak berada dalam permainan ini, jika kita tidak terlibat dalam eksperimen, inovasi, dan dalam hal mata uang digital bank sentral (CBDC), kita berisiko kehilangan peran jangkar yang telah kita mainkan selama beberapa dekade,” tegas Christine Lagarde.

Ada Kebutuhan Nyata untuk Regulasi yang Lebih Tepat

Selanjutnya, menurut Ketua The Fed, Jerome Powell, normalisasi kebijakan moneter yang baru-baru ini terjadi di seluruh dunia hanya mengungkapkan masalah struktural yang signifikan dalam ekosistem DeFi. Namun, karena ‘air pasang telah surut’, tampaknya itu bukan masalah nyata sekarang.

Pertanyaan sebenarnya, menurut Jerome Powell, adalah bahwa di dalam ekosistem DeFi, ada masalah struktural yang lebih besar, termasuk kurangnya transparansi.

“Kabar baiknya, saya kira adalah, dari sudut pandang stabilitas keuangan, interaksi antara ekosistem DeFi dan sistem perbankan tradisional tidak begitu besar saat ini. Kami dapat menyaksikan pergerakan DeFi, tetapi tidak berdampak signifikan pada stabilitas keuangan yang lebih jelas,” ungkap Ketua The Fed itu.

Dia menambahkan bahwa bagaimanapun situasi ini tidak akan bertahan tanpa batas waktu dan, “Kita harus sangat berhati-hati tentang bagaimana aktivitas kripto ini diambil dalam batas peraturan. Di mana pun [aktivitas kripto ini] berlangsung, seiring DeFi berkembang dan mulai menyentuh semakin banyak pelanggan ritel, ada kebutuhan nyata agar regulasi yang lebih tepat dapat diterapkan.”

DeFi adalah Sesuatu yang Sama Sekali Berbeda

Sementara itu, Ravi Menon, selaku Direktur Pelaksana Otoritas Moneter Singapura (MAS), menunjukkan pentingnya membedakan berbagai komponen ekosistem kripto dan jenis risiko serta manfaat yang ditimbulkannya masing-masing.

“Jika Anda melihat aset yang ditokenisasi, misalnya, ada banyak bank yang bereksperimen dengan ini. Mereka menimbulkan risiko yang lebih rendah, tetapi mereka bukan bagian utama dari ekosistem, meskipun di sinilah letak potensi sebenarnya,” jelas Ravi Menon.

Komponen lainnya, baginya, adalah kripto yang sebenarnya, “Yang saya tidak melihat nilai penebusannya. Spekulasi tentang kripto ini telah menyebabkan perubahan harga yang tidak ada hubungannya dengan nilai ekonomi yang mendasarinya.”

Dalam pandangannya, DeFi adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dan masalah terbesarnya adalah bahwa mereka tidak melihat di mana regulasi dapat diterapkan, karena protokol yang terdesentralisasi.

“Dalam dunia yang terdesentralisasi, Anda tidak dapat melakukan itu pada algoritma, dan jika ini adalah sesuatu yang dapat kita atasi, saya dapat melihat beberapa janji di DeFi. Kalau tidak, ini bisa menjadi penghenti permainan,” imbuhnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!