Duniatex, Brand Denim Lokal yang Tawarkan Jeans Ramah Lingkungan

thesilent1.com – JAKARTA – Istilah recycling memang tengah melejit di Indonesia, sehingga para pelaku usaha industri fesyen mulai berusaha untuk mulai mempertimbangkan proses produksi mereka hingga limbah hasil produksi mereka, salah satunya dengan metode recycled.

Adapun, salah satu brand lokal ini menggunakan metode recycling fashion ialah Duniatex, sebuah brand denim specialist asal Jawa Tengah yang hadir dengan sustainable recycled cotton yang ramah lingkungan.

Di mana, brand ini ini mengubah produk pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi bahan baru dengan melibatkan proses penghancuran dari produk tersebut.

“Jadi, sebenarnya bisnis ini sudah hadir di tahun 1976. Namun, ini merupakan usaha turun temurun yang berawal dari sebuah usaha keluarga milik keluarga. Dulu masih dikerjakan secara konvensional. Nah, dari sana saya sebagai penerus memutuskan untuk melakukan re-branding agar bisa bersaing di pasar disesuaikan dengan kondisi saat ini,” jelas Samuel Candra Kurniawan, Vice President Production & Quality saat ditemui Bisnis di Wall of Fades pada Jumat (18/11/2022).

Baginya, Industri fashion menjadi salah satu faktor yang besar dalam kerusakan alam dan lingkungan, sehinggaini menjadi upaya untuk menghadirkan produk fashion ramah lingkungan melalui konsep sustainable fashion atau fashion berkelanjutan, yakni menggunakan bahan denim yang terbuat dari 100 persen katun organik untuk bisa menghasilkan katun berkualitas tinggi dan menerapkan sistem berkelanjutan dalam setiap produksi.

“Selain memperhatikan bahan baku. Duniatex membentuk komitmen untuk berkontribusi menjalani gaya hidup ramah lingkungan. Oleh karena itu, kami punya mesin recycle sendiri sebagai upaya memperoleh bahan baku ramah lingkungan dan proses produksinya hemat energi,” ungkap Samuel.

Upaya tersebut dapat terlihat dari penggunaan mesin recycle guna mengubah produk pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi bahan baru dengan melibatkan proses penghancuran dari produk tersebut.

Lebih dari itu, Samuel juga menggunakan bahan daur ulang dari limbah seperti sisa benang. Seluruh bahan ramah lingkungan ini dibuat menjadi produk fashion berbagai model. Mulai dari celana denim, t-shirt hingga batik.

Dirinya mengaku semua ide terus mengalir secara alami. “Kami banyak mendapat masukan ide dari melihat. Baik itu dari pameran, konsumen sekaligus melihat tren dari cara berpakaian orang-orang,” ungkapnya.

Dia pun lanjut memaparkan, agar memiliki kesan berbeda dengan denim lokal lainnya, Samuel memberi berbagai sentuhan berbeda.

“Ke depan, kami ingin membuat yang lebih pribadi lagi, dimana masing-masing pelanggan boleh menentukan menentukan metode, bahan, pokonya bisa custom apa saja,” jelasnya.

Agar usahanya semakin besar, dirinya pun membuka peluang kerja sama. Bahkan, tak menutup kemungkinan dirinya mengungkapkan bahwa produk yang dihasilkannya tersebut bisa segera ditawarkan sebagai private label.

“Saat ini, kami terbuka dengan siapa saja untuk bisa bekerja sama dalam melakukan ekspansi bisnis. Bisnis denim sangat bisa dibentuk menjadi apa pun. Itu membuat kami kreatif bepikir untuk membuat apa lagi dari bahan ini,” tutur Samuel.