Chainalysis: Kerugian Terealisasi Krisis Terra Lebih Besar dari Kehancuran FTX

thesilent1.com – Dari perspektif market yang lebih luas, runtuhnya kerajaan kripto Sam Bankman-Fried (SBF), termasuk FTX dan Alameda Research, dinilai oleh Chainalysis bukan sebagai peristiwa paling berdampak bagi investor kripto dalam crypto winter tahun 2022.

Efek dari kehancuran ekosistem Terra, serta efek turunan yang menerpa hedge fund kripto Three Arrows Capital (3AC) dan crypto lending platform Celsius Network dinilai jauh lebih parah daripada FTX.

Sebagai pengingat, algorithmic stablecoin TerraUSD (UST) kehilangan patokannya 1:1 pada dolar Amerika Serikat (AS) yang membuatnya tidak bernilai serta memicu efek domino bagi native token Terra, yaitu LUNA, pada pekan kedua Mei lalu.

/Terkait

SEC Tegaskan Penolakannya terhadap ETF Bitcoin Grayscale

IcomTech dan Forcount Dituduh Melakukan Skema Ponzi, Nilai Kerugian Ditaksir Mencapai US$8,4 juta

Prancis Berpotensi Jadi Negara Selanjutnya yang Siap Ketatkan Regulasi Kripto Pasca Insiden FTX

Crypto Winter Semakin Ganas, Saham Coinbase dan Silvergate Terjun Bebas

Jepang Akan Bebaskan Pajak bagi Perusahaan Kripto

Hedge Fund Ramai-ramai Pasang Posisi Short untuk Saham Perusahaan Mining Kripto

Kemudian, krisis bertambah kian parah ketika Celsius menghentikan penarikan aset pelanggan pada 12 Juni kemarin, hingga berujung mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 13 Juli lalu.

Sementara itu, hancurnya market kripto membuat sejumlah posisi 3AC dilikuidasi pada pertengahan Juni lalu, mendorong dana lindung nilai itu turut terperangkap dalam krisis, hingga akhirnya juga mengajukan perlindungan kebangkrutan sekitar pada 1 Juli lalu.

Setelah rentetan momen menegangkan crypto winter ini, FTX lantas mengalami krisis likuiditas usai terkuak memiliki jaminan dalam bentuk aset kripto yang kurang berharga, hingga diduga menyalahgunakan dana pelanggan untuk kepentingan entitas afiliasinya, yakni Alameda Research.

Hal ini lantas membuat SBF seketika menjadi sosok terbaru yang “dipermalukan” di dunia kripto usai resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 11 November lalu. Saat ini, SBF telah ditangkap di Bahama dan didakwa oleh regulator AS melakukan penipuan.

Berapa Banyak Kerugian Terealisasi dari Kehancuran Terra, Celsius, 3AC, dan FTX?

Menurut riset perusahaan analitik kripto Chainalysis yang diterbitkan pada hari Rabu (14/12), keruntuhan ekosistem Terra menyebabkan kerugian yang direalisasikan sekitar US$20,5 miliar bagi investor.

Sementara itu, kehancuran Celsius dan 3AC menyebabkan kerugian sekitar US$33 miliar bagi investor. Namun, runtuhnya kerajaan kripto SBF ternyata menyebabkan kerugian yang terealisasi ‘hanya’ US$9 miliar.

Meski begitu, Chainalysis mengakui bahwa FTX adalah peristiwa yang paling berdampak secara pribadi bagi beberapa orang karena ‘kemungkinan besar’ akan kehilangan dana yang mereka simpan di crypto exchange itu.

Selain itu, kepastian untuk dapat memulihkan aset mereka yang terperangkap di FTX juga masih belum jelas, seperti halnya yang dialami oleh pelanggan Celsius dan para penyokong dana bagi 3AC.

Kesimpulan analisis on-chain ini datang setelah Chainalysis mengukur keuntungan dan kerugian yang direalisasikan untuk satu set crypto wallet dalam periode waktu tertentu, yang memberikan pemahaman terarah ketika investor mengunci keuntungan dan kerugian mereka.

Analisis ini dimulai dengan pertanyaan: “Seberapa buruk kehancuran FTX bagi investor kripto?” dan “Apakah itu seburuk peristiwa yang mengguncang market pada tahun 2022?”

Chainalysis menghitung keuntungan dan kerugian yang direalisasikan di setiap minggu. Namun, perlu diingat, data yang mereka kumpulkan tidak memperhitungkan semuanya.

Meski demikian, dari sudut pandang seluruh market, data yang disajikan Chainalysis menunjukkan bahwa ‘sampai sekarang’, peristiwa kripto yang paling memukul pada tahun 2022 sudah di belakang investor ketika bencana FTX terjadi.

Chainalysis Punya Hubungan Bisnis dengan FTX?

Sebagai informasi, Chainalysis pada 16 November lalu mengumumkan bahwa mereka merupakan salah satu kreditur dalam kasus kebangkrutan FTX.

Menariknya, ketika 10 November lalu, Forbes melaporkan bahwa Chainalysis merupakan satu dari 53 perusahaan yang pernah melakukan bisnis dengan FTX.

Akun Twitter SBF pada 20 September 2019 mengatakan bahwa FTX telah bermitra dengan Chainalysis untuk mengubah sistem anti-pencucian uang (AML) dan know-your-customer (KYC) di crypto exchange itu.

Bagaimana pendapat Anda tentang perbandingan kerugian antara Terra, Celsius, 3AC, dan FTX versi Chainalysis ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!