CEO Zipmex Marcus Lim Didesak Mundur oleh Beberapa Pemegang Saham & Investor Potensial

thesilent1.com – Beberapa pemegang saham dan investor potensial Zipmex mendesak sang CEO, Marcus Lim, untuk mundur. Pasalnya, mereka menganggap keputusan yang manajemen Zipmex ambil menyebabkan krisis keuangan yang parah.

Krisis Zipmex mulai terkuak ketika mereka menangguhkan sementara fitur penarikan dana pada 20 Juli lalu. Hal ini terjadi karena Babel Finance (US$48 juta) & Celsius Network (US$5 juta) belum bisa mengembalikan pinjaman senilai US$53 juta kepada Zipmex.

Berdasarkan penjelasan sumber Bloomberg pada hari Senin (15/8), salah satu pemegang saham besar Zipmex telah menulis surat kepada CEO Zipmex yang memintanya mengundurkan diri, dengan alasan hilangnya kepercayaan di antara mitra dan dampak dari eksposur ke Babel Finance. Tidak jelas berapa banyak investor yang mendukung upaya ini.

“Masalah internal posisis eksekutif senior [termasuk tanggapan atas surat ini] sedang ditangani oleh dewan dan pemegang saham. Kami akan menangani ini secara pribadi dan setelah kami menyelesaikan masalah operasional,” jelas Marcus Lim kepada Bloomberg. Sang CEO Zipmex menambahkan bahwa tim manajemen fokus pada pelaksanaan rencana pemulihan perusahaan.

Dapat Perpanjangan Moratorium Lebih dari 3 Bulan untuk Selesaikan Krisis Likuiditas

Hari Senin (15/8) ini, The Block melaporkan bahwa Pengadilan Tinggi Singapura memberikan Zipmex lebih dari “3 bulan perlindungan dari kreditur”. Penangguhan ini memberikan ruang bernapas tambahan bagi Zipmex dalam menyusun rencana terkait suntikan investasi terbaru dari para investor.

Sebelumnya, pada 27 Juli lalu, Zipmex menjelaskan bahwa pengacaranya, yaitu Morgan Lewis Stamford LLC, mengajukan 5 berkas moratorium berdasarkan Bab 64 dalam Undang-Undang (UU) Kepailitan, Restrukturisasi, & Pembubaran (Insolvency, Restructuring, & Dissolution Act) Singapura Tahun 2018 atas nama beberapa entitas Zipmex pada 22 Juli lalu. Hal ini dilakukan untuk melarang dan menahan dimulainya atau kelanjutan proses hukum terhadap entitas Zipmex.

Adapun sejumlah entitas Zipmex Group yang meminta keringanan moratorium dalam berkas yang diajukan; termasuk Zipmex Asia Pte Ltd, Zipmex Pte Ltd, Zipmex Company Limited (berbadan hukum di Thailand), PT Zipmex Exchange Indonesia, dan Zipmex Australia Pty Ltd.

“Moratorium akan memberi Zipmex Group ruang dan waktu yang diperlukan untuk mengeksplorasi opsi untuk menyelesaikan situasi likuiditas (termasuk mengejar pemulihan terhadap Babel Finance), serta merumuskan rencana restrukturisasi dan mengamankan investasi tambahan untuk mengamankan operasi Zipmex Group ke depan,” jelas pihak Zipmex.

Investasi Datang ketika Marcus Lim Mundur?

Menurut penjelasan sumber Bloomberg, sementara Zipmex telah mengizinkan para konsumen mereka untuk menarik sejumlah cryptocurrency, setiap pelonggaran lengkap akan memerlukan suntikan modal ke Zipmex.

Beberapa investor potensial dalam penggalangan dana yang diusulkan Zipmex ingin Marcus Lim mengundurkan diri sebelum setuju untuk memasukkan uang. Zipmex dikabarkan akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 17 Agustus mendatang atau hari Rabu besok untuk membahas situasi ini. Sebagai catatan, Marcus Lim memiliki hampir 25% saham Zipmex.

Sejauh ini, berdasarkan keterangan resmi dari situs web Zipmex, mereka sedang dalam pembicaraan dengan beberapa investor untuk mengumpulkan dana segar dan sedang melalui proses due diligence (uji tuntas).

Manajemen Zipmex berusaha untuk menyelesaikan kesepakatan ini dengan cepat sehingga dapat memberikan likuiditas kepada para pelanggan. Kepala pemasaran Zipmex, Proud Limpongpan, mengatakan, “Ada banyak minat investor di Zipmex. Pada intinya, kami masih sangat kuat sebagai sebuah perusahaan. Namun, tidak normal jika ada permintaan perubahaan di tingkat manajemen.”

Perkembangan Investasi Potensial untuk Selamatkan Zipmex

Sebagai catatan, pada 24 Juli lalu, Zipmex mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pertama. Kemudian pada 27 Juli 2022, mereka telah menandatangani MoU lain untuk suntikan sejumlah besar modal segar ke dalam perusahaan.

Zipmex mengklaim bahwa setoran modal awal ke mereka telah dilakukan oleh calon investor sebagai tanda minat dalam investasi. Zipmex dan calon investor akan melanjutkan untuk membahas kesepakatan definitif dan berharap untuk mempercepat suntikan modal.

Adapun grup investor yang dipimpin oleh pemegang saham Zipmex yang ada (existing shareholders) telah menyuntikkan modal baru untuk berinvestasi di Zipmex Token (ZMT). Hal ini diklaim sebagai tanda kepercayaan dari para investor tersebut terhadap potensi ZMT, karena Zipmex tetap berkomitmen dan terus membangun pada roadmap produk mereka.

ZMT disebut akan melanjutkan pengembangannya untuk menangkap peluang yang muncul sehingga memungkinkan para pemegang ZMT mengakses produk dan layanan terbaru mereka.