Buntut Kasus Hoax di Twitter, Indodax Laporkan Akun Dark Tracer ke Pihak Berwajib

thesilent1.com – Indodax melaporkan akun Twitter Dark Tracer : DarkWeb Criminal Intelligence (@darktracer_int) ke pihak berwajib. Aksi ini terpaksa ditempuh lantaran adanya informasi tidak benar yang menyebutkan bursa kripto asal Indonesia yang dipimpin oleh Oscar Darmawan itu mengalami kebocoran data.

Kejadian tersebut bermula ketika akun @darktracer_int membuat sebuah thread di Twitter pada 14 September lalu. Akun Twitter itu menuduh bahwa data kredensial Indodax bocor dan sebanyak 50 ribu kredensial pengguna Indodax diunggah di situs gelap.

Menanggapi hal ini, Chief Executive Officer (CEO) Indodax, Oscar Darmawan, mengungkapkan bahwa langkah yang mereka tempuh karena hoaks yang diembuskan oleh akun Twitter Dark Tracer telah mencederai citra Indodax sebagai perusahaan kripto terpercaya. Selain itu, cuitan tersebut juga membuat keresahan bagi para pengguna dan seluruh pegiat kripto dan blockchain di Tanah Air hingga luar negeri.

“Langkah ini akhirnya kami lakukan setelah kami berkonsultasi dengan pihak hukum. Kami selaku manajemen Indodax menilai bahwa Dark Tracer menyebarkan isu yang tidak benar tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu kepada kami,” jelas Oscar Darmawan dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa munculnya isu miring ini menjadi serangan bagi citra brand yang sudah dibangun Indodax selama ini. Oscar Darmawan pun menambahkan bahwa Indodax akan mempidanakan akun Dark Tracer dengan pasal pencemaran nama baik dan manipulasi informasi elektronik.

Sang CEO Indodax mengklaim bahwa perusahaannya dalam operasionalisasi sudah menjamin kerahasiaan dan keamanan data para pengguna. Ditambah lagi, Indodax juga menjadi satu-satunya perusahaan kripto Indonesia yang menggenggam 3 sertifikasi ISO sekaligus, yakni ISO 9001, ISO 27001, dan ISO 27017.

Bantah Isu Kebocoran Data

Secara gamblang, Oscar Darmawan menambahkan bahwa dalam sistem keamanannya, Indodax menetapkan sistem MFA (multi factor authentication), serta menggunakan teknologi MPC (multi-party computation) dan TAP (transaction authorization policy) untuk mengamankan aset pengguna agar tidak dapat diakses tanpa persetujuan pihak tersebut.

“Hal ini sengaja dilakukan demi proteksi penuh member. Berhubungan dengan kasus isu hoaks Twitter kemarin, saya membantah hal itu karena kami sudah pastikan bahwa server Indodax aman dan tidak ada data leaked sebesar 50.000 dari server Indodax seperti yang diberitakan. Saya bisa pastikan server kami aman,” jelas Oscar Darmawan.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan agar para pengguna kripto tidak secara serampangan mengunduh plugin yang berhubungan dengan kripto di browser. Pasalnya, hal tersebut rawan untuk disusupi virus ataupun malware.

Indodax Sebut Dark Tracer Tidak Sesuai Etika

Sebelumnya, akun Twitter dengan nama Louis Hur menjelaskan bahwa dirinya merupakan Chief Executive Officer (CEO) Dark Tracer. Dia mengungkapkan bahwa apa yang disampaikannya adalah benar dan bukan sebuah kebohongan.

If you are rly going to help, you would send the data to us first, not twitter. You clearly forget the Ethical Hacking class. You understand how significant this news will impact our branding, how bad the media will twist the story. But you tweet anyway, for your own profit.

Menurutnya, langkah yang dilakukan oleh Dark Tracer merupakan upaya untuk menolong Indodax sendiri dan juga pemerintah Indonesia. Dia juga mengklaim akan memberikan data yang dimaksud secara probono jika pemerintah ataupun Indodax meminta data tersebut.

Menanggapi hal ini, Chief Technology Officer (CTO) Indodax, William Sutanto, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Dark Tracer tidak sesuai dengan etika hacker. Pasalnya, jika memang benar hal itu terjadi, seharusnya Dark Tracer memberikan informasi tersebut kepada pihak yang bersangkutan terlebih dulu.

“Namun, Dark Tracer mengunggahnya di Twitter untuk keuntungannya sendiri.”

Dalam thread di Twitter, CEO Dark Tracer menuturkan bahwa pihaknya bukanlah organisasi yang mengejar keuntungan. Dia mengklaim alasan mengapa data tersebut diunggah di media sosial adalah untuk menolong korban menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Kami juga sudah menghapus unggahan yang berhubungan dengan Indodax,” ungkap Louis Hur.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!