Bitcoin sebagai Lindung Nilai akan Diuji pada Ketegangan Rusia dan Ukraina

thesilent1.com – Bitcoin sudah lama disebut sebagai aset pelindung nilai (safe heaven). Aset digital ini bahkan disebut sebagai emas digital oleh para pendukungnya. Namun, di tengah ancaman krisis dengan bergejolaknya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, Bitcoin mendapat ujian untuk membuktikan bahwa aset ini adalah benar-bebar safe heaven.

Beberapa indikasi untuk menilai BTC sebagai lindung nilai sudah bisa diukur. Aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini justru bergerak ke arah sebaliknya. BTC sejak tahun 2020 malah berkorelasi dengan pasar ekuitas atau keuangan tradisional.

BTC selalu mengikuti tren pasar keuangan tradsional sejak pandemi 2020. Sentimen makro kini sangat berpengaruh pada pergerakan harga BTC. Sebagai contoh, saat Presiden Vladimir Putin mengumumkan akan segera menggencarkan operasi militer di Ukraina Utara, harga BTC dalam beberapa jam saja anjlok hampir 9%.

Pasar khawatir dengan dampak yang ditimbulkan akibat perang di Eropa tersebut, sehingga sesaat Putin membuat pengumuman operasi militer, pasar crypto kehilangan kapitalisasi pasar lebih dari $ 200 milyar dalam satu hari.

Meskipun, pasar mulai memberikan respon positif sehari setelah operasi militer Rusia di Ukraina. Pada perdagangan hari ini, Jumat 25 Februari 2022, harga Bitcoin rebound sekitar 7%, menginjak angka di atas $ 38 ribu. Kapitalisasi pasar crypto pun menguat ke level $ 1,7 triliun, setelah sebelumnya sempat anjlok ke level $1,5 triliun.

Namun, hal ini perlu diuji apakah kenaikan harga ini dipengaruhi oleh adanya pemindahan aset yang dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa khawatir ketika mengetahui sejumlah bank di Eropa membekukan dan membatasi transaksi, terkhusus untuk warga Rusia.

LIHAT JUGA: Harga Bitcoin Terjun 7,8% Setelah Pengumuman Operasi Militer Rusia di Ukaraina Timur

Hal ini bisa saja merembet pada kebijakan sejumlah bank, karena dampak operasi militer Rusia ini bisa saja berakibat buruk dalam waktu yang panjang. Dan, ketika hal ini terjadi, sejumlag analis pun mengatakan bahwa warga memerlukan aset pelindung nilai yang bebas dari dampak perang, seperti emas juga Bitcoin.

Harga Emas dan Minyak Naik!

Di masa ketegangan seperti ini emas masih menjadi salah satu aset pelindung nilai yang berkinerja baik hingga saat ini. Saat serangan mlliter Rusia harga emas malah naik. Aset safe heaven tertua ini melonjak level tertingginya sejak satu setengah tahun: emas spot naik 0,9% menjadi $1.923,86 per ounce.

Bahkan, Rusia saat ini memiliki cadangan emas senilai $635 miliar. Aset tersebut disebutkan akan melindunginya dari sanksi.

Selain emas, minyak juga melonjak menyusul berita invasi Rusia— mencapai level tertinggi selama tujuh tahun. Harga minyak melonjak lebih dari $100 per barel.

Hal ini disebabkan Rusia adalah pengekspor komoditas terbesar kedua, dan sebagian besar melewati pipa yang melewati Ukraina. Ketidakpastian atas ketersediaan di masa depan telah mendorong harga emas hitam ini naik.

PENULIS: IQBAL LAZUARDI/PORTALKRIPTO.COM

Kumpulkan terus PKO Poin kalian dengan membaca dan mengunjungi website portalkripto.com. Bakal ada hadiah menarik bagi pengumpul PKO Poin terbanyak.