Arus Masuk Aset Digital Bulan Juli Jadi Rekor Tertinggi selama 2022

thesilent1.com – Setelah mencatat rekor arus masuk (inflow) sebesar US$343 juta untuk pekan yang berakhir pada tanggal 22 Juli, laporan terbaru CoinShares menyoroti serangkaian arus masuk yang kuat di bulan Juli.

Laporan tersebut menemukan fakta bahwa rangkaian arus masuk bulanan terkuat tahun ini terjadi pada bulan Juli dengan total US$474 juta. Artinya, angka tersebut hampir menutupi total arus keluar pada bulan Juni sebesar US$481 juta.

Posisi Short BTC Bukukan Arus Keluar yang Kecil

Untuk pekan yang berakhir tanggal 29 Juli, jumlah investasi dalam produk aset digital menandai minggu positif keenam berturut-turut. Pekan tersebut berhasil mencetak investasi yang masuk sebesar US$81 juta.

Akan tetapi, pada minggu ini, kita juga menyaksikan serangkaian arus keluar yang kecil dari posisi short. Meskipun ada arus masuk sebesar US$85 juta ke Bitcoin selama seminggu, tercatat ada juga arus keluar sebesar US$2,6 juta dari posisi short Bitcoin.

Menurut laporan, ini adalah minggu pertama dari aktivitas arus keluar setelah arus masuk lima minggu berturut-turut selama pasar bearish sebelumnya. Bahkan, pada saat penulisan, BTC terus diperdagangkan di atas level US$23.000. Sehingga, BTC berhasil alami kenaikan sekitar 4% dalam tujuh hari terakhir, menurut data di CoinGecko.

Namun, Craig Erlam, seorang analis di broker Oanda, memprediksi bahwa harga BTC berpotensi untuk melonjak lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang.

Barron mengutip pernyataan sang analis yang berkata, “Ini memiliki nuansa reli pasar bearish, seperti yang bisa kita lihat di pasar ekuitas, tetapi bukan berarti ia tidak akan naik lebih tinggi.”

BTC telah berhasil melampaui level US$24.600 selama akhir pekan, tetapi sayangnya tidak dapat mempertahankan titik tersebut. Sesaat setelah itu, harganya kemudian jatuh dengan cepat di bawah puncak tertinggi yang sempat dicapai setelah pertengahan Juni.

“Ia [Bitcoin] menunjukkan banyak resiliensi di bawah US$20.000 waktu itu karena kondisinya jauh dari ideal, yang bisa memberikan banyak keyakinan bahwa yang terburuk ada di baliknya, tetapi saya tidak yakin itu,” kata Erlam.

Menurut Antoni Trenchev, co-founder sekaligus managing partner di perusahaan pemberi pinjaman aset kripto Nexo, bulan Agustus “dijamin akan sangat tidak mengenakkan bagi Bitcoin” akibat ancaman serangan volatilitas tambahan yang tidak terhindarkan.

Solana Masih Jadi Favorit Investor

Oleh karena itulah, produk investasi multi-aset mengalami lonjakan arus keluar sebesar total US$3,7 juta selama dua minggu berturut-turut.

Sementara itu, di dunia altcoin, Solana membukukan arus masuk sedang dengan total perolehan US$1,5 juta; dengan arus masuk sebanyak US$114 juta sepanjang tahun ini. CoinShares menggarisbawahi bahwa hal ini terjadi, karena Solana masih menjadi favorit investor,

Ethereum kali ini terpaksa harus kalah dari Solana, dengan hanya memperoleh sebesar US$1,1 juta dalam arus mingguannya. Padahal, altcoin terbesar ini telah mencatat arus masuk sebanyak US$8,1 juta pada minggu sebelumnya. Meski demikian, arus year-to-date yang tercatat masih negatif, yakni di kisaran US$315 juta.

Menurut data CoinGecko, harga ETH bertahan di kisaran US$1.641,88 dan US$1.743,65 selama 24 jam terakhir. Kemudian, jika kita bandingkan dengan harga tertingginya sepanjang masa di atas level US$4.800 pada bulan November 2021 lalu, harganya masih 65% lebih rendah. Selain itu, aset kripto terbesar kedua ini juga tengah bersiap-siap untuk fase The Merge yang rencananya akan berlangsung pada bulan September mendatang.

Di sisi lain, ada juga Polkadot yang telah membukukan arus masuk pada minggu lalu, yaitu sebesar US$0,4 juta.

Sebagai informasi, arus masuk dari AS dan Kanada masing-masing berjumlah US$15 juta dan US$67 juta. Sementara, Amerika Utara telah menyumbang sebagian besar arus masuk regional, Swedia dan Brasil justru menunjukkan arus keluar yang kecil.

Bagaimana pendapatmu terkait topik arus masuk aset digital ini? Yuk, tulis dan beri tahu kami!