Analisis: Harga BTC Butuh ke $25.000 untuk Lanjutkan Reli

thesilent1.com – Bitcoin telah mengalami reli mengesankan di awal tahun dengan kenaikan lebih dari 30% dalam sebulan. Harga BTC pun sempat menyentuh angka $23.000, yang merupakan harga tertingginya sejak Agustus 2022.

Namun, reli Bitcoin ini harus terhenti sejenak karena telah mengalami koreksi 1.80% dalam 24 jam terakhir dan saat artikel ini ditulis harga Bitcoin berada di angka $22.624.

Berdasarkan Fibonacci retracement, BTC sedang menguji resistance $23.000 untuk bisa naik lebih tinggi lagi. Resistance teratas berada di harga $25.000. Jika BTC gagal melanjutkan tren kenaikan, maka ada kemungkinan menuju level suppport di harga: $22.200, $20.900, dan $18.900

Menurut Chief Risk Officer, Adam Farthing dari B2C, Bitcoin butuh mencapai resistensi $25.000 untuk bisa meningkatkan minat investor kembali masuk ke market.

Untuk meningkatkan minat investor kembali, Chieff Risk Officer, Adam Farthing berpendapat, resistensi Bitcoin di harga $25.000 berpotensi meningkatkan minat investor luar negeri untuk terlibat.

“ Resistensi BTC di $25.000 mungkin adalah kuncinya. Akan sulit untuk dipecahkan, tetapi harga di atas sana kemungkinan akan menciptakan lebih banyak minat dari pihak luar untuk terlibat sekali lagi,” jelas Adam Farthing dari B2C2.

Ada Potensi Reli Tipis

Analis senior perusahaan Bernstein, Gautam Chhugani dan Manas Agrawal, mereka mengatakan untuk berhati-hati dengan potensi reli yang berlanjut tipis tanpa tanda-tanda

“Saat kami berinteraksi dengan banyak pemain institusional, kami yakin modal institusional akan mulai memposisikan diri mereka di crypto pada tahun 2023, karena crypto mengarah ke kelas aset yang lebih diatur,” ungkap analis Bernstein dalam sebuah catatan, dikutip dari The Block.

Di kalangan pengamat terbagi 2 pemahaman, yaitu mereka yang percaya kondisi ini adalah reli bear market yang didorong oleh short–covering. Pemahaman lainnya mempercayai bahwa harga saat ini hanya bentuk normalisasi setelah kekacauan di akhir tahun 2022.