7 Cara Memperbanyak Produksi ASI yang Bisa Dijajal Ibu Menyusui

thesilent1.com – Para ibu menyusui acapkali menghadapi problem produksi air susu ibu atau ASI sedikit.

Padahal, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi agar tumbuh kembangnya dapat optimal.

Sayangnya, keinginan ibu memberikan asupan terbaik bagi buah hatinya terkendala produksi ASI yang minim.

Melansir Verywell Family, penyebab produksi ASI minim bisa dipengaruhi stres, kondisi tubuh yang sedang tidak fit, kurang nutrisi, sampai efek samping kafein.

Bagi para ibu menyusui, berikut beberapa cara memperbanyak ASI yang bisa dijajal:

1. Sering menyusui

Produksi ASI yang minim kadang membuat para ibu menyusui lelah secara fisik dan mental.

Namun perlu diketahui, salah satu cara melancarkan ASI yakni lebih sering menyusui.

Ketika si kecil menyusu, kontraksi otot payudara akan merangsang hormon produksi ASI.

Semakin sering menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan payudara. Untuk menjaga produktivitas ASI, ibu menyusui disarankan menyusui buah hatinya sebanyak delapan sampai 12 kali sehari.

2. Pompa ASI saat bayi tidak menyusu langsung

Seperti menyusui, semakin sering dipompa, produksi ASI para ibu juga akan semakin melimpah.

Ibu menyusui bisa menerapkan teknik cluster pumping. Caranya dengan memompa setiap lima menit untuk memberikan stimulasi pada payudara.

Saat payudara terasa penuh, tubuh ibu menyusui bakal mendapat sinyal untuk berhenti membuat susu.

Sebaliknya, payudara kosong memicu produksi ASI, sehingga semakin banyak susu yang bisa dihasilkan.

Teknik cluster pumping bisa dilakukan saat ibu menyusui longgar, misalkan pada saat bangun tidur, di malam hari, atau sesuai jadwal bayi tidur.

Perlu diketahui, pasokan susu diatur hormon dan ritme sirkadian atau siklus untuk memberitahu kapan waktu tidur, makan, dan sebagainya.

Sehingga, ibu menyusui cenderung menghasilkan lebih banyak ASI di pagi hari.
Untuk hasil terbaik, jadwalkan memompa ASI di waktu yang sama setiap hari.

Agar lebih nyaman, hangatkan payudara dengan handuk hangat terlebih dulu agar proses memompa ASI menjadi lebih mudah.

3. Gunakan kedua payudara

Stimulasi dari kedua payudara juga dapat membantu memperbanyak produksi ASI. Untuk itu, usahakan bayi menyusu dari kedua payudara.

Selain menyusui langsung, ibu menyusui juga disarankan memompa ASI dari payudara kanan dan kiri bergantian.

4. Konsumsi makanan pelancar ASI

Beberapa produsen menjual makanan pelancar ASI yang mengandung galactagogue atau zat yang merangsang produksi air susu.

Biasanya, bahan alami tersebut mengandung gandum utuh, sereal, ragi, biji rami, sampai daun katuk.

Daun katuk relatif mudah didapatkan. Daun ini memiliki kandungan steroid dan polifenol yang dapat membantu memperbanyak kadar hormon prolaktin. Hormon tersebut berfungsi meningkatkan produksi ASI.

5. Makan dan minum bergizi tinggi

Selama masih menyusui, para ibu perlu memastikan kebutuhan kalori dan cairannya tercukupi.

Kurang makan dan minum juga bisa menurunkan produksi ASI. Ibu menyusui membutuhkan setidaknya 13 gelas air sehari. Upayakan untuk minum segelas air putih setiap menyusui atau memompa ASI.

Selain minum banyak cairan, tambahkan 450 sampai 500 kalori setiap hari untuk memenuhi asupan agar produksi ASI tetap terjaga.

Sama seperti saat hamil, memilih bahan makanan dan minuman tinggi vitamin dan nutrisi juga penting untuk ibu menyusui.

6. Kendalikan stres dan cukup tidur

Melansir What to Expect, stres dan kurang tidur juga bisa menurunkan produksi ASI. Kendati pasokan ASI minim bikin ibu menyusui stres, coba kontrol tekanan.

Ibu menyusui perlu curi-curi waktu senggang untuk melakukan me time dan banyak istirahat.

Gunakan waktu luang tersebut untuk sekadar mandi dengan produk perawatan tubuf favorit, membaca buku, yoga, mendengarkan musik, menikmati kudapan, bersantai, atau sekadar istirahat.

7. Bangun kepercayaan diri

Cara memperbanyak ASI yang sekilas sepele tapi cukup penting yakni bangun kepercayaan diri.

Banyak ibu menyusui baper atau minder begitu melihat produksi ASI orang lain lebih banyak.

Perlu diketahui, dua perempuan yang ukuran payudaranya sama persis, produksi ASI-nya bisa berlainan. Hal itu disebabkan kelenjar susunya berbeda-beda.

Selain itu, produksi ASI juga dipengaruhi banyak faktor mulai asupan, stres, dan sebagainya.

Jadi, ibu menyusui tak perlu khawatir. Fokus saja menyusui dan tetap upayakan memerah ASI demi asupan terbaik bagi buah hati.