3 Penyebab Sakit Telinga Saat Menelan yang Perlu Diwaspadai

thesilent1.com – Penyebab sakit telinga saat menelan baik diketahui untuk mendukung upaya diagnosis dan pengobatan atas ketidaknyamanan ini.

Sakit telinga saat menelan bisa sangat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan, minum, maupun berbicara.

Ada banyak alasan mengapa telinga seseorang dapat terasa sakit saat menelan.

Secara umum penyebab paling umum dari nyeri ini adalah infeksi yang terjadi pada bagian:

  • Telinga
  • Hidung
  • Tenggorokan

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut terkait beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sakit telinga saat menelani:

1. Infeksi telinga

Infeksi telinga bisa sangat menyakitkan.

Dilansir dari Medical News Today, infeksi telinga dapat berkembang tanpa alasan yang jelas atau akibat dari masalah yang mendasarinya.

Infeksi telinga di antaranya sering berkembang dengan:

  • Salesma
  • Flu
  • Infeksi sinus
  • Alergi kambuh

Sementara itu, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi gejala infeksi telinga untuk diwaspadai:

  • Telinga bengkak bisa terjadi di dalam, luar, atau sekitar organ pendengaran ini
  • Penumpukan cairan di dalam telinga
  • Sakit di telinga
  • Perasaan tertekan di telinga

Sebagian besar kasus infeksi telinga melibatkan infeksi bakteri atau virus di telinga tengah.

Infeksi ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Sekitar 50 persen bayi dilaporkan mengalami infeksi telinga tengah sebelum menginjak usia setahun.

Gejala infeksi telinga bisa berubah seiring bertambahnya usia.

Pada anak-anak, infeksi telinga tengah dapat menyebabkan beberapa keadaan ini:

  • Demam
  • Sakit telinga yang mungkin bertambah parah jika anak-anak berbaring
  • Menangis dan mudah tersinggung
  • Kehilangan selera makan
  • Kehilangan keseimbangan
  • Kurang tidur dari biasanya
  • Menarik-narik telinga yang sakit
  • Keluar cairan dari telinga
  • Sakit kepala

Sedangkan gejala infeksi telinga tengah pada orang dewasa bisa meliputi:

  • Rasa sakit pada telinga
  • Demam ringan
  • Keluar cairan dari telinga
  • Alami gangguan pendengaran

Infeksi telinga tengah biasanya dapat hilang dengan sendirinya, terutama pada orang dewasa.

Dokter pada umumnya akan meresepkan antibiotik jika infeksi menyebabkan ketidaknyamanan yang parah atau gejala tidak membaik dalam 1 minggu.

2. Infeksi hidung atau tenggorokan

Meskipun infeksi telinga adalah penyebab paling umum dari sakit telinga saat menelan, infeksi pada hidung atau tenggorokan tetap saja bisa juga menjadi penyebab ketidaknyamanan ini.

Adenoid adalah sebuah kelenjar yang terletak di dekat tuba eustachius. Tuba eustachius sendiri adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan bagian atas dan rongga hidung.

Adenoid merupakan bagian dari sistem limfatik, seperti tonsil atau amandel yang bertugas untuk melawan kuman penyebab infeksi dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Jika kelenjar adenoid tumbuh begitu besar sebagai respons terhadap kuman yang ditangkap oleh hidung dan mulut, hal tersebut bisa menyumbat saluran dan dapat menyebabkan sakit telinga.

Kondisi ini lebih mungkin terjadi di masa kanak-kanak.

Dengan salah satu jenis infeksi yang terjadi pada hidung atau tenggorokan, seseorang mungkin mengalami gejala berikut:

  • Sakit tenggorokan yang memburuk saat menelan
  • Batuk
  • Tenggorokan kering dan gatal
  • Kemerahan di bagian belakang mulut
  • Bau mulut
  • Kelenjar bengkak di leher

3. Penyebab lainnya

Merangkum Health Line, beberapa masalah kesehatan lainnya juga dapat menjadi penyebab sakit telinga saat menelan.

Ini termasuk:

  • Tonsilitis

Tonsilitis terjadi ketika amandel terinfeksi.

Tonsilitis biasanya berkembang sebagai komplikasi dari infeksi tenggorokan dan akibatnya adalah sakit tenggorokan yang sangat parah.

Seorang dokter dapat mengobati infeksi dengan antibiotik.

  • Abses peritonsiler

Infeksi ini berhubungan dengan tonsilitis. Jika tonsilitis tidak diobati, nanah dapat terkumpul di sekitar salah satu amandel dan menyebabkan rasa sakit yang parah.

Rasa sakit biasanya lebih buruk di satu sisi. Ini dapat meluas ke telinga dan memburuk saat menelan atau membuka mulut.

Beberapa kasus abses peritonsiler memerlukan pembedahan. Di mana, ahli bedah akan mengeluarkan nanah yang terkumpul melalui sayatan.

Antibiotik mungkin juga diperlukan.

  • Glossopharyngeal neuralgia

Saraf glossopharyngeal terletak di kepala dan leher dan masalah dengannya dapat menyebabkan glossopharyngeal neuralgia.

Glossopharyngeal neuralgia termasuk kondisi yang jarang terjadi.

Jika sampai terjadi, itu bisa menyakitkan.

Gejala glossopharyngeal neuralgia dapat berupa nyeri menusuk di sekitaran salah satu telinga, serta nyeri di tenggorokan, wajah, di bawah rahang, atau di lidah.

Beberapa orang dapat mengelola gejala dengan obat pereda nyeri resep.

Dalam kasus ekstrim, glossopharyngeal neuralgia mungkin memerlukan pembedahan.

  • Penyakit swimmer’s ear

Penyakit swimmer’s ear berkembang ketika air masuk ke saluran telinga, menciptakan lingkungan yang hangat dan lembab tempat jamur dan bakteri dapat berkembang biak.

Jika seseorang mengalami kondisi ini, dokter mungkin akan meresepkan obat tetes telinga, dan infeksinya akan hilang dalam waktu 7-10 hari.

  • Disfungsi sendi temporomandibular

Disfungsi sendi temporomandibular terjadi ketika sendi yang menghubungkan tulang rahang ke tengkorak mengalami kerusakan.

Dengan kondisi ini, seseorang bisa mengalami rasa sakit saat mengunyah, berbicara, atau menelan. Sakit juga bisa terjadi di telinga.

Perawatan untuk disfungsi sendi temporomandibular termasuk obat penghilang rasa sakit, kompres hangat atau dingin, perubahan gaya hidup, obat antiinflamasi nonsteroid, dan istirahat.

  • Penyakit glue ear

Penyakit glue ear terjadi ketika cairan terkumpul di dalam telinga.

Meskipun biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, glue ear dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara.

Pada kasus lain, tekanan yang disebabkan oleh penumpukan cairan terkadang dapat juga menyebabkan rasa sakit.

Glue ear mungkin tidak memerlukan perawatan, meski butuh waktu berbulan-bulan untuk benar-benar hilang.

Jika kondisinya parah, dokter mungkin akan menempatkan tabung kecil yang disebut grommet di telinga untuk mengalirkan cairan.

  • Kotoran telinga atau benda di telinga

Sakit telinga bisa terjadi karena ada benda yang masuk ke telinga.

Seorang dokter harus menghilangkan penghalang telinga.

Orang bisa menggunakan obat tetes telinga untuk melembutkan penumpukan kotoran telinga.

Jika kotoran sangat membandel, dokter mungkin harus membilas telinga dengan air.

  • Abses gigi

Infeksi bakteri dapat menyebabkan nanah terkumpul di gigi dan gusi. Penumpukan ini disebut abses gigi.

Nyeri pada gigi yang terkena adalah gejala utama, tetapi abses juga bisa menyebabkan nyeri di telinga.

Seseorang dengan abses gigi harus menerima perawatan secepat mungkin.

Dokter gigi dapat mengeluarkan nanah dan menghilangkan abses yang akan mengurangi rasa sakit dan gejala lainnya.

  • Eagle syndrome

Eagle syndrom adalah kelainan langka yang menyebabkan nyeri berulang di bagian belakang tenggorokan dan wajah.

Sakit tenggorokan biasanya tumpul dan terus-menerus dan sering menjalar ke telinga. Sakitnya kemuaian bisa bertambah parah saat penderita menggerakkan kepala.

Gejala eagle syndrome lainnya, termasuk kesulitan menelan, merasa seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan, dering di telinga, sakit leher, dan nyeri wajah.

Eagle syndrome disebabkan oleh masalah pada ligamen dan tulang kecil di leher atau tengkorak.

Biasanya membutuhkan pembedahan untuk memperbaiki masalahnya.

  • Kerusakan telinga

Sakit telinga juga bisa terjadi akibat kerusakan.

Mendorong earbud terlalu jauh ke dalam liang telinga atau menggoresnya dengan jari atau cotton bud dapat menyebabkan gendang telinga.

Sebagian besar kerusakan pada telinga akan sembuh dengan sendirinya.

Gendang telinga yang tertusuk mungkin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sembuh sepenuhnya.